Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamarican 2, Kota Serang, Banten, terpaksa mengawali kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun 2026 secara daring. Banjir merendam seluruh ruang kelas di hari pertama masuk sekolah setelah libur semester serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Senin (5/1).
Kepala SDN Pamarican 2 Kota Serang, Subhi, menjelaskan bahwa kondisi sekolah yang tidak memungkinkan untuk KBM tatap muka menjadi alasan utama pengalihan metode pembelajaran. “Seharusnya hari ini siswa masuk, namun karena banjir, anak-anak belajar melalui daring. Guru-guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan tugas dan memantau siswa yang sedang daring,” ujar Subhi di Serang, Senin (5/1).
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Menurut pantauan Mureks, banjir yang menggenangi sekolah tersebut merupakan dampak dari hujan deras yang mengguyur wilayah Serang sejak akhir pekan lalu, diperparah dengan buruknya sistem resapan air di lingkungan sekolah. Ketinggian air dilaporkan sempat mencapai lutut orang dewasa pada Sabtu dan Minggu, merendam enam ruang kelas (kelas 1-6) serta perpustakaan.
Sebanyak 234 siswa kini diwajibkan belajar dari rumah. Kebijakan ini diambil setelah Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang meninjau lokasi dan memberikan arahan demi keselamatan serta kesehatan para siswa. “Kemungkinan belajar daring ini bisa berlangsung satu minggu atau lebih kalau keadaan turun hujan lagi,” tambah Subhi.
Pihak sekolah telah berupaya melakukan antisipasi, termasuk membangun bendungan kecil di area belakang sekolah. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal untuk menahan debit air. Subhi juga mengungkapkan harapan terkait rencana pembangunan. “Informasi dari pemerintah kota, insya Allah tahun ini mudah-mudahan bisa terealisasi pembangunan total. Rencananya tanah halaman sekolah akan disamakan tingginya dengan jalan,” pungkasnya.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di SDN Pamarican 1, yang berlokasi bersebelahan dengan SDN Pamarican 2, di mana sejumlah ruang kelas juga masih tergenang air banjir.






