Tren

Banjir Rendam 56 Rumah di Bangka Tengah, Akses Jalan Lubuk Besar Terputus Total

Sebanyak 56 rumah warga di Kecamatan , Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terendam banjir pada Sabtu (10/1/2026). Ketinggian air dilaporkan mencapai separuh badan rumah, menyebabkan lumpuhnya akses jalan di wilayah tersebut.

Bupati Bangka Tengah, , mengungkapkan bahwa dua desa terdampak paling parah adalah Desa Lubuk Pabrik dan Desa Lubuk Lingkuk. “Data sementara yang kita terima dari BPBD ada dua desa yang terkena dampak terparah banjir, yakni Desa Lubuk Pabrik dan Desa Lubuk Lingkuk dengan total rumah sebanyak 56 unit,” kata Algafry di Koba, Sabtu (10/1/2026).

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Selain merendam permukiman, banjir juga mengakibatkan akses jalan di area tersebut terputus total, menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan. Menurut pantauan Mureks, kondisi ini memerlukan penanganan cepat untuk memulihkan konektivitas.

Algafry menduga, banjir ini dipicu oleh adanya penyimpangan atau pembelokan alur air yang diakibatkan oleh aktivitas penambangan bijih timah di sekitar lokasi. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah mengerahkan dua unit alat berat jenis eskavator.

Alat berat tersebut digunakan untuk menormalisasi alur sungai yang meluap serta memperlebar bagian sungai yang menyempit. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mencegah banjir susulan.

Pemerintah daerah juga telah mengambil tindakan cepat untuk mengevakuasi warga terdampak ke Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Lubuk Besar. Dapur umum juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi.

Hingga saat ini, pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak banjir, termasuk kondisi kerusakan rumah warga dan fasilitas umum. “Kita terus memantau perkembangan situasi banjir seiring upaya normalisasi alur sungai yang dilakukan pada titik tertentu,” ujar Algafry.

Bupati Algafry juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. “Kita juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan banjir berjalan optimal serta kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi,” pungkasnya.

Mureks