Tren

Inara Rusli: “Nggak Sampai Selesai Nonton CCTV, Videonya Buram dan Dipotong”

Pengakuan kembali menyita perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada pernyataannya yang mengaku tidak menonton rekaman video CCTV sampai selesai, terkait dugaan perzinahan yang menyeret namanya.

Video tersebut diketahui dilaporkan oleh ke pihak kepolisian sebagai bukti dugaan perzinahan antara Inara dan Insanul Fahmi. Kasus ini sendiri sudah memasuki ranah hukum, menambah kompleksitas di balik pengakuan Inara.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube Denny Sumargo pada Minggu, 11 Januari 2026, Inara secara terbuka menyampaikan alasannya. “Nggak sampai selesai sih (nontonnya),” kata Inara saat ditanya Denny Sumargo.

Mendengar pernyataan tersebut, Denny Sumargo sempat menimpali, “Nggak kuat ya?” mencoba menggali lebih jauh alasan di balik sikap Inara.

Inara kemudian menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya sudah melihat rekaman tersebut dalam konteks proses hukum yang sedang berjalan. “Aku udah lihat sih karena udah melalui proses ini kan lidik ya. Aku udah lihat sendiri barang buktinya,” jawab Inara.

Meski demikian, saat ditanya apakah sosok dalam video tersebut benar dirinya atau tidak, Inara mengaku tidak bisa memberikan jawaban pasti. Ia merasa tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak sesuai dengan apa yang ia lihat dalam rekaman tersebut.

“Aku ngerasa itu nggak seperti yang dituduhkan. Kurang jelas. Karena jujur videonya udah dipotong-potong terus udah nggak jelas juga buram. Jadi kayak aku bingung aku mau bilang apa,” tutur Inara.

Menurut Inara, ketidakjelasan visual dalam video membuatnya tidak berani memberikan pernyataan tegas. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mendahului kesimpulan penyidik yang sedang menangani kasus ini. “Nggak, aku kurang pasti itu kayaknya kurang jelas juga videonya,” tandasnya.

Mureks merangkum, rekaman CCTV yang menjadi inti permasalahan ini dilaporkan oleh Mawa sebagai bukti dugaan perzinahan. Ketidakjelasan visual dalam rekaman seringkali menjadi kendala dalam proses pembuktian di ranah hukum.

Dalam percakapan tersebut, Denny Sumargo kemudian menyimpulkan bahwa posisi Inara saat ini memang berada dalam situasi hukum yang sensitif. Ia menanyakan apakah Inara sebenarnya sudah mengetahui mana yang benar dan salah, namun memilih untuk tidak mengungkapkannya ke publik.

“Intinya kamu nggak bisa jawab ini dengan jelas karena ini ada urusan hukumnya kan. Jadi kamu tahu benar dan salah di situ? Tahu dong ya. Apakah itu benar kamu atau nggak kamu tahu cuma kamu nggak bisa sampaikan karena ini ada urusan hukumnya kan ya?” kata Densu.

Mureks