Nasional

Badai Salju Ekstrem Landa Eropa, Ribuan Penumpang Terjebak Akibat 700 Penerbangan di Amsterdam Dibatalkan

Cuaca ekstrem berupa badai salju dan es melumpuhkan perjalanan di sejumlah negara Eropa pada Rabu (7/1/2026). Bandara Schiphol Amsterdam, salah satu pusat penerbangan tersibuk di benua itu, membatalkan sedikitnya 700 penerbangan. Akibatnya, ribuan penumpang telantar dan lebih dari seribu orang terpaksa menginap semalaman di bandara.

Gangguan masif ini dipicu oleh salju tebal dan angin kencang yang telah berlangsung selama enam hari. Pihak Bandara Schiphol menyediakan ratusan tempat tidur darurat serta memastikan ketersediaan makanan dan sarapan bagi para penumpang yang terjebak.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Situasi Luar Biasa di Schiphol

Juru bicara Schiphol, Stephan Donker, menyatakan bahwa kondisi ini merupakan situasi yang luar biasa. “Ini adalah situasi yang luar biasa,” ujar Donker, menyoroti dampak signifikan terhadap operasional bandara.

Maskapai Kerajaan Belanda, KLM, turut berupaya keras mengatasi dampak badai salju. KLM melaporkan telah menerima pasokan baru 100 ribu liter cairan anti-es. Mureks mencatat bahwa sejak Jumat (2/1/2026), maskapai tersebut telah menghabiskan sekitar 85 ribu liter cairan anti-es per hari untuk membersihkan salju dan es dari pesawat mereka.

Transportasi Darat dan Dampak Regional

Tak hanya penerbangan, cuaca ekstrem juga mengganggu transportasi darat di Belanda. Operator kereta api Nederlandse Spoorwegen (NS) mengimbau warga untuk menunda perjalanan. Kemacetan di jalan raya bahkan mencapai lebih dari 700 kilometer akibat truk tergelincir dan tumpukan salju tebal.

Gangguan perjalanan meluas ke berbagai negara lain di Eropa. Belgia, Spanyol, Jerman, hingga kawasan Balkan Barat turut merasakan dampaknya. Di Kroasia, penumpang kereta api terjebak lebih dari 12 jam setelah pohon tumbang menimpa rel. Sementara itu, beberapa wilayah di Bosnia dan Serbia telah menetapkan status darurat.

Paris Dilanda Badai Goretti, Warga Nikmati Salju Langka

Dampak cuaca ekstrem juga terasa di Prancis. Badai Goretti membawa salju lebat ke Paris sejak dini hari. Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, mengonfirmasi pembatalan lebih dari 100 penerbangan di Bandara Charles de Gaulle dan sekitar 40 penerbangan di Orly.

Di tengah kekacauan transportasi, salju justru menjadi tontonan langka dan menarik bagi warga serta wisatawan Paris. Sejumlah orang terlihat bermain seluncur salju hingga bermain ski di Montmartre dan taman Champs de Mars, dekat Menara Eiffel.

Seorang warga Paris bernama Pierre mengungkapkan kegembiraannya saat menikmati pemandangan bersalju tersebut. “Ini luar biasa, menakjubkan, dan kami menikmatinya,” kata Pierre, menggambarkan suasana unik di ibu kota Prancis.

Mureks