Ratusan penerbangan di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, dibatalkan pada Rabu (7/1/2026) akibat badai salju. Kondisi ini terjadi di tengah perkiraan gelombang dingin yang semakin memburuk dan memicu gangguan perjalanan di sejumlah negara Eropa.
Maskapai penerbangan Belanda, KLM, mengumumkan pembatalan 600 penerbangan untuk menghindari penundaan mendadak yang berpotensi membuat penumpang telantar di Bandara Schiphol, salah satu hub penerbangan utama di Eropa. Sebelumnya, KLM juga telah membatalkan 400 penerbangan di Schiphol pada Selasa (6/1/2026).
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
KLM mengimbau para penumpang yang penerbangannya dibatalkan agar tidak datang ke bandara demi mencegah kepadatan. Juru bicara Anoesjka Aspeslagh menyatakan, “Kami belum mengalami kondisi cuaca ekstrem seperti ini selama bertahun-tahun,” seperti dikutip dari Reuters.
Otoritas Belanda juga mengeluarkan imbauan kepada warga untuk tetap di rumah jika memungkinkan, mengingat badai salju baru diperkirakan akan datang pada malam hari. Salah satu penumpang yang terdampar di Schiphol, Simiao Sun, mengungkapkan kekhawatirannya akan merayakan ulang tahun ke-40 di tengah perjalanan. Sun diberitahu bahwa penerbangan pengganti menuju Inggris, tempat ia menetap, baru tersedia tiga hari kemudian. “Anak saya akan absen sekolah dan kami berdua akan kehilangan hari kerja, jadi saya mengantre di sini berharap bisa mendapatkan penerbangan yang sedikit lebih cepat,” ujar Sun.
KLM kemudian menawarkan penerbangan alternatif dan berupaya membantu penumpang, namun mereka “kewalahan oleh banyaknya permintaan” yang masuk.
Gangguan Meluas ke Sektor Transportasi Lain
Tidak hanya penerbangan, seluruh layanan kereta domestik di Belanda juga sempat dihentikan pada Selasa pagi setelah gangguan sistem TI melanda jaringan perkeretaapian. Meskipun kereta mulai beroperasi kembali di beberapa wilayah setelah pukul 09.00 pagi waktu setempat, masalah masih terjadi di sekitar Amsterdam. Layanan kereta cepat Eurostar dari Amsterdam ke Paris dilaporkan dibatalkan atau mengalami keterlambatan.
Dampak Badai Salju di Berbagai Negara Eropa
Pantauan Mureks menunjukkan bahwa gangguan perjalanan akibat badai salju tidak hanya terjadi di Belanda, tetapi juga meluas ke sejumlah negara Eropa lainnya. Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, menyebutkan bahwa maskapai penerbangan membatalkan setidaknya 40 persen penerbangan di Bandara Charles de Gaulle, Paris, pada pagi berikutnya, serta sekitar seperempat penerbangan di Bandara Orly.
Di Jerman, suhu anjlok hingga di bawah minus 10 derajat Celsius di wilayah selatan dan timur pada Selasa pagi. Sementara itu, di Inggris, suhu malam hingga Selasa turun hingga minus 12,5 derajat Celsius di Marham, Norfolk, menjadikannya malam terdingin musim dingin sejauh ini. Salju dan hujan lebat juga menimbulkan gangguan besar di Balkan Barat, menyebabkan penutupan jalan, pemadaman listrik, serta banjir sungai. Seorang perempuan dilaporkan meninggal di Sarajevo pada Senin setelah tertimpa pohon yang roboh akibat beratnya salju basah.
Referensi penulisan: www.cnnindonesia.com






