Produsen sistem keselamatan pasif otomotif global, Autoliv (ALV), mempertahankan rekomendasi ‘beli’ meskipun menghadapi sejumlah risiko makroekonomi yang meningkat. Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek New York ini dinilai memiliki fundamental kuat dan valuasi menarik yang mampu mengimbangi tantangan jangka pendek.
Kinerja Kuartal III 2025 dan Tantangan Ekonomi
Pada kuartal ketiga tahun 2025, Autoliv melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5,9 persen. Kinerja positif ini juga diiringi dengan peningkatan profitabilitas, didorong oleh permintaan yang kuat di pasar serta pemulihan rantai pasok global. Mureks mencatat bahwa pemulihan ini menjadi faktor kunci dalam menopang performa perusahaan di tengah dinamika pasar.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Namun, analisis menunjukkan bahwa perusahaan perlu memantau ketat potensi perlambatan produksi dan penjualan kendaraan. Hal ini disebabkan oleh tekanan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat dan Tiongkok, dua pasar otomotif terbesar di dunia. Gejolak ekonomi di kedua negara tersebut berpotensi menekan permintaan konsumen dan berdampak pada volume produksi industri otomotif secara keseluruhan.
Strategi Jangka Panjang dan Prospek Pertumbuhan
Meskipun ada tantangan jangka pendek, Autoliv memiliki strategi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan terus melakukan investasi strategis dalam penelitian dan pengembangan (R&D) untuk inovasi produk.
- Kemitraan yang solid di Tiongkok, pasar yang sangat penting bagi industri otomotif global.
- Pengembangan produk keselamatan canggih yang menjadi fokus utama untuk memenuhi standar keamanan kendaraan yang semakin ketat.
Investasi-investasi ini menjadi landasan tesis pertumbuhan jangka panjang Autoliv, memastikan posisinya sebagai pemimpin dalam sistem keselamatan pasif.






