Langkah mengejutkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melancarkan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Senin, 5 Januari 2026, memicu perhatian global. Sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Malaysia, segera menyampaikan respons terkait tindakan kontroversial tersebut.
Trump Blak-blakan AS Akan Kuasai Minyak Venezuela
Presiden AS Donald Trump secara blak-blakan mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menguasai cadangan minyak dan gas Venezuela usai menggempur Caracas dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Trump menyebut, perusahaan-perusahaan minyak dan gas AS akan menggelontorkan investasi besar-besaran untuk mengelola sumber daya tersebut.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Dalam konferensi pers di kediamannya Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Trump menjelaskan rencana tersebut. “Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump, dikutip dari CNBC.
Kemlu RI Respons Penangkapan Maduro, Dorong Kedepankan Dialog
Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) turut menyuarakan keprihatinan mendalam ihwal tindakan Presiden AS Donald Trump yang melancarkan operasi militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Melalui unggahan di platform X pada Minggu (4/1), Kemlu RI menyatakan bahwa pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela.
Indonesia menyampaikan keprihatinan atas apa yang terjadi di Venezuela. “Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi,” demikian pernyataan Kemlu RI.
Mureks mencatat bahwa respons Indonesia ini menekankan pentingnya dialog dan penghormatan terhadap kedaulatan negara dalam menyelesaikan konflik internasional.
PM Malaysia: Tindakan Trump Langgar Hukum Internasional
Senada dengan Indonesia, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga mengungkapkan keprihatinan serius terhadap aksi Presiden AS Donald Trump. Melalui akun Instagram resminya, Anwar menyebut tindakan AS telah melanggar hukum internasional dan kedaulatan sebuah negara.
“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara berdaulat,” tulis Anwar.






