Internasional

AS Serang Venezuela, Trump Klaim Tangkap Maduro: Profil Pemimpin yang Dituduh Narkoterorisme

Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke sejumlah titik di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengklaim telah berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka keluar dari wilayah Venezuela.

Serangan yang dikonfirmasi langsung oleh Trump ini menargetkan fasilitas militer terbesar Fuerte Tiuna di Caracas, serta sejumlah negara bagian penyangga ibu kota seperti Miranda, Aragua, dan La Guaira. Pengumuman penangkapan Maduro menandai puncak dramatis dari tekanan berbulan-bulan yang dilancarkan pemerintahan Trump untuk menggulingkan Maduro dari kursi kepemimpinan di Venezuela.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Profil Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Presiden yang Dituduh Narkoterorisme

Nicolas Maduro dikenal sebagai mantan sopir bus dan pemimpin serikat pekerja sebelum menjadi wakil dari pemimpin populis Venezuela, Hugo Chávez. Ia kemudian berhasil menduduki kursi kepresidenan pada tahun 2013, menggantikan Chávez yang meninggal dunia karena kanker. Namun, Maduro disebut tidak pernah memiliki basis dukungan rakyat maupun karisma seperti yang dimiliki Chávez. Kemenangannya dalam pemilihan presiden 2013 juga sempat ditentang oleh pihak oposisi.

Istri Maduro, Cilia Adela Flores de Maduro, adalah seorang pengacara yang telah menjadi anggota parlemen di Majelis Nasional selama sepuluh tahun terakhir. Selama masa jabatannya, Venezuela mengalami berbagai gejolak dan krisis ekonomi, di tengah meningkatnya sanksi AS dan salah urus industri minyak negara yang sangat penting. Mureks mencatat bahwa kondisi ekonomi Venezuela terus memburuk di bawah kepemimpinan Maduro.

Tuduhan Narkoterorisme dari Washington

Sejak tahun 2020, saat periode jabatan pertama Trump sebagai Presiden AS, Maduro telah didakwa di Distrik Selatan New York atas tuduhan ‘narkoterorisme’. Ia dituduh terlibat konspirasi untuk mengimpor kokain ke AS dan tuduhan terkait lainnya. Kala itu, pemerintahan Trump sempat menawarkan hadiah US$15 juta untuk penangkapan Maduro.

Hadiah untuk penangkapan Maduro kemudian ditingkatkan menjadi US$50 juta pada Agustus 2025, setelah Trump menjabat untuk masa jabatan kedua sebagai Presiden AS. Pada saat yang sama, AS juga menetapkan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing. Pemerintah AS di bawah Trump menuding Maduro adalah pemimpin kelompok kriminal tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio beberapa waktu lalu menegaskan, “Tuduhan ini, klaim ini, bahwa rezim Maduro adalah organisasi teroris narkoba bukanlah berdasarkan pembicaraan atau spekulasi politik. Ini berdasarkan bukti yang diberikan kepada dewan juri di Distrik Selatan New York yang telah mengeluarkan dakwaan.”

Venezuela Laporkan Agresi AS ke Dewan Keamanan PBB

Menyikapi serangan militer yang terjadi pada Sabtu ini, Venezuela telah meminta Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk menggelar pertemuan darurat. Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil Pinto melalui Telegram menyatakan, “Tidak ada serangan pengecut yang akan berhasil melawan kekuatan rakyat [Venezuela] ini, yang akan keluar sebagai pemenang.” Ia juga membagikan arsip digital surat yang dikirim ke PBB.

DK PBB merupakan badan utama PBB yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Badan ini memiliki 15 anggota, terdiri dari lima anggota tetap (Inggris, Prancis, China, Rusia, dan Amerika Serikat) yang memiliki hak veto, serta 10 anggota tidak tetap. Hak veto memungkinkan salah satu dari lima anggota tetap untuk memblokir resolusi, meskipun mayoritas mendukung.

Klaim Trump dan Respons Venezuela

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa AS telah melakukan ‘serangan skala besar terhadap Venezuela’. Ia menekankan operasi militer ini dilakukan ‘bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS’.

“Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan sedang menerbangkannya keluar dari Venezuela,” tulis Trump dalam unggahannya seperti dikutip dari CNN.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Sabtu pagi di stasiun televisi negara itu mengaku tidak mengetahui keberadaan Maduro dan Flores.

Mureks