Tren

Arteta: “Hasrat Eze Makin Tinggi,” Isyaratkan Peran Besar Jelang Laga Krusial

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, akhirnya buka suara mengenai situasi gelandang serang Eberechi Eze yang belakangan minim menit bermain. Arteta menepis kekhawatiran publik dan justru mengisyaratkan peran yang lebih besar bagi pemain berusia 27 tahun itu dalam waktu dekat. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi mengenai masa depan Eze yang hanya menjadi penghangat bangku cadangan dalam empat laga terakhir Liga Inggris.

Eze, rekrutan anyar yang diharapkan menjadi pilar serangan, seolah menghilang dari radar. Mureks mencatat bahwa ia tercatat hanya duduk di bangku cadangan dalam empat pertandingan Premier League terakhir Arsenal. Situasi ini tentu memicu pertanyaan, mengingat kontribusinya yang sempat bersinar di awal musim.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Menanggapi hal tersebut, Arteta menegaskan bahwa minimnya waktu bermain Eze bukan karena penurunan kualitas. Sebaliknya, ia memuji respons sang pemain yang dianggap luar biasa dalam menghadapi ketatnya persaingan di skuad The Gunners. “Tingkat hasratnya justru makin tinggi,” ujar Arteta, Kamis (08/01/2026).

Arteta menyoroti etos kerja Eze dalam sesi latihan harian. Menurutnya, pemain tersebut terus berupaya keras untuk mengubah keputusannya agar memberinya kesempatan bermain. “Cara dia berlatih setiap hari, cara dia menginginkannya, cara dia melakukan segala hal untuk mengubah pikiran saya. Dia sangat fenomenal dan itu tidak mudah,” tambah pelatih asal Spanyol itu.

Publik masih teringat momen magis Eze saat mencetak hat-trick ke gawang Tottenham Hotspur dalam Derby London Utara pada November lalu. Arteta yakin performa level atas seperti itu akan kembali terlihat dari Eze antara sekarang hingga akhir musim.

Arteta juga meminta semua pihak untuk menyadari kualitas kedalaman skuad Arsenal saat ini. Ia menilai sikap Eze yang tetap positif meski tidak banyak bermain adalah aset besar bagi tim. “Sangat mudah untuk berharap (selalu main), tapi dengan level pemain yang kita bicarakan di sini, itu tidak mudah. Saya sangat yakin kita akan melihat versi hebat dari ‘Ebz’ dalam beberapa bulan ke depan,” tegas Arteta. “Ebz luar biasa saat dia bermain, dan (tetap luar biasa) saat dia tidak banyak bermain,” pujinya.

Di bawah asuhan Arteta, Eze kerap dimainkan sebagai penyerang sayap kiri atau gelandang serang nomor sepuluh. Namun, perdebatan mengenai posisi terbaiknya terus bergulir di kalangan penggemar dan analis.

Arteta tidak ingin terpaku pada satu posisi kaku untuk Eze. Baginya, penempatan pemain lebih bergantung pada koneksi atau chemistry dengan rekan-rekan di sekitarnya. “Memang benar dia selalu lebih condong ke kiri, baik saat bermain melebar atau di ruang sempit,” jelas Arteta.

Namun, fleksibilitas Eze memungkinkan dia untuk beroperasi di sisi seberang dengan sama baiknya. Kecerdasan taktis sang pemain menjadi kunci utamanya. “Dia juga menjalani beberapa pertandingan hebat bersama kami saat bermain di kanan. Dia begitu cerdas, dia pesepakbola yang sangat bagus sehingga bisa menempati ruang mana pun,” pungkas Arteta. “Saya lebih terdorong menempatikannya berdasarkan hubungannya dengan pemain di sekitarnya daripada sekadar posisinya.”

Mureks