SIDOARJO, Mureks – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim) Aries Agung Paewai meresmikan Teaching Factory (TEFA) Pawon Satu dan Cafe Satu di SMKN 1 Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (8/1/2026). Peresmian ini menandai langkah konkret dalam penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada praktik industri.
TEFA Pawon Satu dan Cafe Satu dirancang sebagai fasilitas pembelajaran produktif yang memungkinkan siswa jurusan kuliner dan layanan usaha untuk terlibat langsung dalam seluruh spektrum operasional. Mulai dari proses produksi, pelayanan kepada pelanggan, hingga pengelolaan usaha, semuanya dijalankan sesuai dengan standar industri yang berlaku.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menegaskan pentingnya program ini. “Teaching Factory menjadi jembatan penting antara sekolah dan dunia kerja,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa SMKN 1 Buduran dinilai telah memiliki kesiapan yang matang, baik dari segi fasilitas maupun konsep pembelajaran yang diterapkan.
“Di sini fasilitasnya lengkap, pembelajarannya didukung praktik langsung. Harapannya, siswa punya bekal keterampilan sebelum terjun ke dunia industri,” kata Aries, seperti dicatat oleh tim redaksi Mureks. Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki mandat untuk mencetak lulusan yang tidak hanya adaptif dan kompeten, tetapi juga siap untuk langsung berkontribusi di dunia kerja.
Lebih lanjut, program TEFA ini juga berfungsi sebagai wadah untuk melatih berbagai aspek penting bagi siswa sejak dini, termasuk jiwa kewirausahaan, kemampuan kerja sama tim, dan tanggung jawab profesional. Aspek-aspek ini krusial untuk membentuk individu yang siap menghadapi tantangan di sektor industri.
Usai acara peresmian, Aries Agung Paewai turut serta dalam sesi Coffee Morning bersama jajaran warga sekolah. Ia tidak hanya mencicipi, tetapi juga memborong sejumlah produk roti dan kue hasil kreasi siswa. “Rasanya tidak kalah dengan produk hotel atau restoran. Karena melihat langsung prosesnya, saya jadi tertarik mencoba,” ungkapnya.
Apresiasi tinggi disampaikan Aries kepada para guru dan manajemen SMKN 1 Buduran atas inovasi berkelanjutan dalam pengembangan pembelajaran vokasi. Ia berharap SMKN 1 Buduran dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan Teaching Factory di seluruh Jawa Timur. Dinas Pendidikan Jawa Timur sendiri terus berkomitmen untuk mendorong sekolah-sekolah vokasi agar memaksimalkan potensi TEFA sebagai instrumen vital dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan di masa depan.






