JAKARTA – Appdome, perusahaan terkemuka di bidang keamanan aplikasi seluler, mengumumkan peluncuran Agentic AI SecOps Agent pertama di industri dalam ajang Black Hat Europe pada Senin (5/1).
Solusi inovatif ini dirancang untuk secara otonom memantau, mengevaluasi, bernalar, serta melaporkan ancaman seluler, sekaligus berinteraksi secara real time dengan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan perusahaan.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
SecOps Agent menghadirkan kecerdasan Agentic AI dan kemampuan eksplorasi terbuka bagi tim keamanan siber, tim anti-penipuan, serta tim manajemen risiko. Teknologi ini mengombinasikan aliran data ancaman Appdome yang luas dengan penalaran otonom serta antarmuka percakapan berbasis AI, memungkinkan seluruh tim menelusuri, memahami, dan menangani serangan seluler secara lebih efektif.
Tom Tovar, CEO dan co-creator Appdome, menjelaskan bahwa perusahaannya telah memiliki basis data ancaman yang masif. “Appdome telah memiliki kumpulan data penipuan seluler dan ancaman siber terbesar di dunia,” ujar Tovar melalui siaran pers pada Senin (5/1).
Ia menambahkan, “SecOps Agent membawa pembelajaran Agentic AI ke dalam miliaran sinyal ancaman, memungkinkan analisis data dalam hitungan detik, menjawab pertanyaan lintas pemangku kepentingan, serta secara mandiri memberikan notifikasi atas temuan dan insight baru secara real time.”
Peluncuran SecOps Agent ini terjadi di tengah meningkatnya ketergantungan ekonomi digital terhadap platform mobile. Mureks mencatat bahwa volume, keragaman, dan kompleksitas ancaman seluler terus membebani tim keamanan siber dan anti-penipuan, membuat solusi konvensional kewalahan.
SecOps Agent memanfaatkan model pembelajaran berkelanjutan untuk memahami ancaman yang dihadapi aplikasi seluler, pengguna, dan bisnis. Pemahaman tersebut diperkaya dengan triliunan peristiwa ancaman bulanan yang dihasilkan oleh instalasi Appdome di seluruh dunia.
Dengan menggabungkan data ini, SecOps Agent mampu mengevaluasi tingkat keparahan serta dampak spesifik ancaman terhadap permukaan serangan sebuah merek seluler, termasuk probabilitas, tren, tolok ukur, dan insight strategis lainnya.
Selain itu, solusi ini memiliki visibilitas penuh terhadap postur pertahanan setiap aplikasi seluler, mulai dari build-by-build dan release-by-release, termasuk ancaman yang dipantau, dimitigasi, atau diblokir sepenuhnya, baik di sisi aplikasi maupun backend. Kemampuan ini memungkinkan analisis yang presisi dan relevan, sehingga tim mobile dapat segera mengambil tindakan.
Gil Hartman, Field CTO Appdome, menekankan pentingnya otomatisasi dalam menghadapi ancaman siber. “Tim keamanan siber dan anti-penipuan kini menggantikan pekerjaan manual dengan alur kerja digital agar tetap selangkah lebih maju dari ancaman seluler,” kata Hartman.
Ia melanjutkan, “SecOps Agent memberi kekuatan AI untuk menutup kesenjangan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus menghentikan penipuan, pengambilalihan akun (ATO), ancaman API, dan berbagai serangan lain secara real time.”
Memahami Kompleksitas Ancaman Seluler
Tim mobile kerap kesulitan memahami teknik kompleks seperti malware, deepfake, rekayasa sosial, manipulasi perangkat, hingga penyalahgunaan API yang menyusup ke pengalaman mobile. Serangan ini sering terjadi lintas aplikasi, wilayah, versi sistem operasi, dan perangkat, sehingga sulit dianalisis dengan alat SecOps tradisional.
SecOps Agent mengintegrasikan pembelajaran otonom Agentic AI ke dalam data build aplikasi seluler Appdome dan aliran data ancaman berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, SecOps Agent menganalisis permukaan serangan aktif, mengorelasikan pola serangan, dan membangun pemahaman terpadu tentang risiko serta postur pertahanan bisnis.
Melalui antarmuka bahasa alami, tim mobile dapat bertanya langsung kepada SecOps Agent tentang asal serangan, metode eksploitasi, tingkat keparahan, hingga perbandingan risiko dengan tren industri. Agent ini juga secara proaktif mengidentifikasi tren ancaman baru tanpa perlu diminta.
Tamir Daniel, lead engineer SecOps Agent, menjelaskan perbedaan solusi ini dengan model AI generik. “Model Agentic AI generik tidak memiliki tujuan spesifik seperti agen SecOps berpengalaman,” ujarnya.
Daniel menegaskan, “Kami membangun konteks dinamis agar SecOps Agent mampu memberikan gambaran yang jelas tentang dampak setiap ancaman terhadap bisnis.”
Model Baru Pengelolaan Risiko Seluler
Berbeda dari alat tradisional yang hanya berfokus pada peristiwa, SecOps Agent mengevaluasi ancaman dari perspektif dampak bisnis. Agent ini menghitung biaya per insiden, eksposur risiko, tingkat keparahan ancaman, serta Mobile Risk Index berdasarkan komposisi pengguna, perangkat, wilayah, dan pola penggunaan aplikasi.






