Diplomasi intensif yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil signifikan bagi Indonesia, yakni kepemilikan aset hotel di Makkah, Arab Saudi. Hotel ini diproyeksikan menjadi “Kampung Haji Indonesia” dan akan mulai beroperasi tahun ini untuk menampung jemaah haji.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi kabar tersebut dalam konferensi pers di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1). “Ini berkat diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden sehingga untuk pertama kalinya, pemerintah Arab Saudi mengubah aturan sebuah negara untuk bisa memiliki aset di Arab Saudi,” ujar Prasetyo.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Prasetyo menambahkan bahwa Indonesia telah memenangi proses lelang untuk memiliki hotel dan tanah di Makkah. Bahkan, Kerajaan Arab Saudi memberikan hak istimewa (privilege) kepada Pemerintah RI untuk memilih di antara beberapa lokasi yang cukup strategis. Mureks mencatat bahwa perubahan regulasi ini merupakan langkah penting yang menunjukkan pengakuan Saudi terhadap hubungan bilateral.
“Tahun ini, sudah bisa kita pergunakan, akan menampung sementara kurang lebih di kisaran 24.000 sampai 25.000 jamaah,” jelas Prasetyo. Ia juga menyebut bahwa Kerajaan Arab Saudi kini telah mengesahkan undang-undang yang memperbolehkan pihak asing memiliki tanah dan properti di negara mereka.
“Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia, dan bagi umat Islam khususnya,” tambahnya. Lokasi hotel dan tanah Kampung Haji Indonesia yang dipilih hanya berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram.
Kampung Haji tersebut direncanakan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, termasuk mal, klinik kesehatan, dan food court. Selain itu, akan ada sejumlah tempat representatif yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan rata-rata 1,8 juta jemaah umrah per tahun.
Sebelumnya, CEO Danantara yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, telah mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia membeli sebuah hotel beserta lahan seluas sekitar 5 hektare di Makkah. Akuisisi ini bertujuan untuk mengembangkan Kampung Haji Indonesia.
Hotel yang dibeli adalah Novotel Thakher Makkah, yang memiliki 1.461 kamar dan tiga menara, dengan kapasitas menampung 4.383 calon haji Indonesia. Ke depan, pemerintah berencana membangun tambahan 13 menara, sehingga total kamar akan meningkat menjadi 6.025 kamar.
Dengan pengembangan ini, Kampung Haji Indonesia diharapkan dapat menampung ribuan calon haji Indonesia dengan fasilitas yang lebih terintegrasi, nyaman, dan efisien. Rosan juga menekankan bahwa lokasi Kampung Haji Indonesia ini sangat dekat dengan Masjidil Haram, bahkan jauh lebih strategis dibandingkan tempat tinggal jemaah haji Indonesia selama ini yang umumnya berjarak antara 4,5 hingga 6 kilometer.






