Tren

Ricky Massara Akui: Pergantian Pelatih Manchester United Persulit Transfer Joshua Zirkzee ke AS Roma

Masa depan penyerang asal Belanda, Joshua Zirkzee, di Manchester United kembali menjadi sorotan. Rencana kepindahannya ke AS Roma pada bursa transfer Januari 2026 kini disebut tidak lagi berjalan mulus, menyusul perubahan signifikan di internal klub berjuluk Setan Merah tersebut.

Direktur olahraga AS Roma, Ricky Massara, secara terbuka mengakui bahwa upaya klubnya untuk merekrut Zirkzee menjadi lebih rumit. Hal ini terjadi setelah Ruben Amorim meninggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala Manchester United. Sebelumnya, Roma disebut-sebut sangat agresif memburu Zirkzee, yang masa depannya di Old Trafford terus menjadi bahan spekulasi dalam beberapa pekan terakhir.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Pergantian Pelatih Ubah Dinamika Transfer

Zirkzee, yang kini berusia 24 tahun, sempat menunjukkan frustrasi pada awal musim 2025–2026. Performanya yang belum konsisten membuat pintu keluar dari Manchester United seolah terbuka lebar, dan kepindahan pada Januari sempat dianggap hampir pasti. Namun, situasi berubah drastis setelah Amorim dipecat dari jabatannya pada Senin lalu. Darren Fletcher kini ditunjuk sebagai pelatih interim, setidaknya hingga akhir musim.

Mureks mencatat bahwa Zirkzee dijadwalkan terlibat dalam laga Premier League kontra Burnley pada Kamis dini hari WIB, sebuah indikasi kuat bahwa sang striker kembali masuk dalam rencana tim. Kondisi ini membuka peluang bagi Zirkzee untuk bertahan di Old Trafford hingga akhir musim.

Massara pun mengonfirmasi bahwa perubahan di Manchester United berdampak langsung pada negosiasi. “Dia adalah penyerang Manchester United yang disukai banyak klub, bukan hanya kami,” ujar Massara kepada Sky Italia. “Secara alami, situasinya berbeda setelah pergantian manajemen ini. Saat ini tidak ada kontak yang berjalan, dan kami tidak ingin terlalu fokus pada satu nama.”

Roma Tetap Buru Penyerang Baru

Massara menegaskan bahwa Roma akan tetap memanfaatkan bursa transfer Januari untuk memperkuat lini serang yang dinilai masih bermasalah dalam hal konversi peluang menjadi gol. “Kami memulai proses pembaruan sejak musim panas. Kami tahu itu butuh waktu dan beberapa jendela transfer. Ini bukan situasi darurat, melainkan peluang,” tambahnya.

Meski kembali mendapat kesempatan, fakta menunjukkan bahwa Zirkzee belum benar-benar bersinar di Manchester United. Sejak didatangkan dari Bologna pada musim panas 2024, ia baru mencatatkan sembilan gol dan empat assist dari 63 penampilan di semua kompetisi. Musim ini, kontribusinya juga masih terbatas, dengan dua gol dari 14 pertandingan.

Kualitas teknis Zirkzee tidak diragukan, tetapi kecocokannya dengan kerasnya Premier League kerap dipertanyakan. Banyak pihak menilai, demi perkembangan kariernya, kepindahan, terutama kembali ke Serie A, akan menjadi pilihan ideal. Namun, dengan bursa Januari yang semakin rumit dan Manchester United yang kini berada dalam fase transisi, Zirkzee kemungkinan harus menunggu hingga akhir musim untuk hengkang. Penundaan ini berpotensi berdampak besar, bahkan bisa mengancam peluangnya membela timnas Belanda di Piala Dunia 2026.

Referensi penulisan: koran-jakarta.com

Mureks