MANCHESTER, Mureks – Patrick Dorgu menjadi sorotan utama dalam laga debut manajer interim Manchester United, Darren Fletcher, yang berakhir imbang 2-2 melawan Burnley di lanjutan Liga Inggris, Kamis (08/01/2026). Pemain internasional Denmark ini tampil bak “monster” di Turf Moor, seolah memberikan jawaban telak atas kritik yang pernah dilontarkan mantan pelatihnya, Ruben Amorim.
Sebelumnya, Amorim secara terbuka menyebut Dorgu kerap terlihat “cemas” saat menyerang. Namun, di bawah arahan Fletcher, Dorgu justru menunjukkan performa yang agresif dan lepas, menjadi motor serangan utama Setan Merah dari sisi sayap.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Performa Gemilang Dorgu: Jawaban untuk Amorim
Diberi kebebasan menyerang di posisi naturalnya, Patrick Dorgu (21) tampil menggila. Ia menjadi kreator gol kedua Benjamin Sesko melalui sebuah assist matang. Tak hanya itu, Mureks mencatat bahwa statistik menunjukkan Dorgu menciptakan total lima peluang sepanjang laga, jumlah terbanyak yang pernah ia buat dalam satu pertandingan sejak bergabung dengan United.
Pemain eks bintang Lecce ini bahkan nyaris mencatatkan namanya di papan skor. Sebuah tendangan chip halusnya sudah melewati kiper lawan, namun sayang bola berhasil disapu tepat di garis gawang. Secara keseluruhan, Dorgu melepaskan tiga tembakan dan menjadi ancaman konstan bagi pertahanan The Clarets.
Dominasi di Lini Serang dan Bertahan
Statistik dari Fotmob semakin menegaskan dominasi Dorgu malam itu. Ia mencatatkan 84 sentuhan bola, dengan enam di antaranya terjadi di dalam kotak penalti lawan. Distribusi bolanya pun sangat efektif, terlihat dari enam umpan sukses yang menembus sepertiga akhir lapangan, serta tiga umpan silang akurat yang menemui sasaran.
Tidak hanya unggul dalam menyerang, Dorgu juga membuktikan diri sebagai pemain sayap modern yang komplet dengan memenangkan empat dari lima duel udara. Ia juga mencatatkan tiga tekel sukses, satu sapuan, satu intersep, serta melakukan 10 kali pemulihan penguasaan bola (ball recoveries). Dalam lima penampilan terakhirnya, Dorgu kini telah mengemas dua assist dan satu gol, menunjukkan grafik performa yang terus menanjak.
Kekecewaan Fletcher di Tengah Dominasi Tim
Meski performa individu seperti Dorgu memuaskan, Darren Fletcher tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil akhir. Fletcher, yang dikonfirmasi akan kembali memimpin tim saat melawan Brighton di Piala FA, merasa United seharusnya bisa meraih kemenangan mudah.
Statistik 30 tembakan yang dilepaskan skuadnya menjadi bukti dominasi yang sia-sia. “Bagi saya, fakta bahwa kami imbang adalah kekecewaan besar. Jika Anda melihat konteks permainan, peluang yang kami ciptakan, sapuan di garis gawang, gol yang dianulir, dan 30 tembakan,” ujar Fletcher usai laga.
Ia menambahkan, “Kami menciptakan lebih dari cukup peluang untuk memenangkan pertandingan, jadi jelas mengecewakan ketika Anda hanya pulang dengan satu poin.” Fletcher juga mengakui sempat menantang para pemainnya di jeda babak pertama karena tampil ceroboh (sloppy). Respons positif memang terlihat di babak kedua, terutama lewat dua gol Benjamin Sesko, namun kegagalan menjaga pertahanan membuat United harus puas berbagi angka.
Referensi penulisan: www.bola.net






