Tren

Hindari Kesalahan Umum Ini: Tips Ahli Agar Tetap Nyenyak Tidur Saat Flu dan Pilek Melanda

Musim flu dan pilek kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama saat malam hari. Hidung tersumbat, tenggorokan sakit, atau batuk yang tak kunjung reda seringkali membuat tidur nyenyak menjadi impian belaka. Godaan untuk menaikkan suhu termostat dan meringkuk dalam selimut tebal mungkin sangat besar, namun para ahli tidur justru memperingatkan bahwa ini adalah kesalahan umum yang dapat menghambat istirahat.

Judith Ackers, seorang spesialis tempat tidur dari Land of Beds, menyarankan pendekatan yang berbeda. “Jaga kamar tidur Anda tetap sejuk dan berventilasi baik agar tubuh Anda tidak kepanasan,” saran Ackers. Pendapat ini diamini oleh Dr. Hana Patel, seorang dokter umum NHS dan ahli tidur dari Time4Sleep.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Suhu Kamar Ideal: Kunci Tidur Berkualitas Saat Sakit

Dr. Patel menjelaskan, “Seringkali, orang percaya bahwa kamar tidur harus hangat untuk tidur yang optimal, tetapi kebanyakan dokter merekomendasikan suhu kamar tidur yang ideal sekitar 16-18°C.” Ia menambahkan, “Jika Anda sedang flu, kamar tidur Anda harus berada di ujung yang lebih hangat dari kisaran ini untuk membantu mengurangi rasa dingin dan menghemat energi.

Mureks mencatat bahwa menjaga kamar tidur sedikit lebih sejuk terbukti lebih baik untuk kualitas tidur, bahkan saat sakit. “Udara yang lebih sejuk membantu tubuh Anda mengatur suhu saat tidur dan dapat mempermudah pernapasan jika Anda mengalami hidung tersumbat,” kata Ackers.

Sebaliknya, kamar yang terlalu panas dapat memicu keringat malam, yang justru akan mengganggu tidur. Jika Anda terbangun karena kepanasan, tubuh Anda tidak dapat fokus untuk memulihkan diri. “Kamar tidur yang terlalu panas dapat menyebabkan kegelisahan terus-menerus sepanjang malam,” jelas Dr. Patel, “mengakibatkan tidur tertunda dan terganggu.

Selain itu, penggunaan pemanas ruangan secara terus-menerus dapat membuat udara di kamar tidur menjadi kering, berpotensi menyebabkan tenggorokan kering dan mata gatal. Dr. Patel menyarankan, “Menggunakan humidifier dapat mendukung pernapasan yang lebih mudah semalaman jika pemanas Anda mengeringkan udara di kamar Anda.

Pilih Selimut Bernapas dan Hindari Botol Air Panas

Untuk menciptakan “tempat perlindungan tidur” yang lebih sejuk, Ackers merekomendasikan untuk meninjau kembali pilihan selimut Anda. “Selimut yang ringan dan bernapas adalah yang terbaik,” ujarnya. “Sprei dan selimut katun yang menyerap kelembapan sangat ideal karena membuat Anda nyaman tanpa memerangkap panas.

Para ahli juga menyarankan untuk menerapkan sistem lapisan. “Anda selalu bisa melapisi dengan ringan sehingga Anda bisa melepas satu lapisan jika Anda mulai berkeringat,” jelas Ackers. Penting juga untuk menahan diri dari godaan menyalakan termostat atau menggunakan botol air panas sebelum tidur. Meskipun kehangatan awal mungkin terasa nyaman, Anda kemungkinan besar akan terbangun dengan keringat di tengah malam.

Tips Tambahan untuk Tidur Nyenyak Saat Flu

  • Tetap Terhidrasi: Minumlah banyak cairan untuk membantu pemulihan, namun hindari minum terlalu banyak tepat sebelum tidur agar tidak sering terbangun untuk ke kamar mandi.
  • Gunakan Bantal untuk Menopang:Menggunakan bantal untuk menopang diri Anda sedikit dapat membantu mengatasi hidung tersumbat atau jika batuk membuat Anda terjaga,” saran Ackers. Jika Anda memiliki ranjang yang dapat diatur, coba posisikan dalam mode gravitasi nol.
  • Latihan Pernapasan Dalam:Pernapasan dalam juga dapat membantu merilekskan tubuh Anda dan mempermudah Anda untuk tidur,” katanya. Pertimbangkan penggunaan strip hidung jika Anda kesulitan bernapas dalam-dalam.
  • Jaga Kebersihan Kasur: Saat sakit, membersihkan mungkin bukan prioritas utama. Namun, kasur bisa menjadi sarang kuman. Selain sering mencuci sprei, bersihkan kasur Anda secara berkala untuk membasmi kuman yang mungkin masih ada.

Referensi penulisan: www.tomsguide.com

Mureks