Membayangkan kemampuan menggerakkan benda hanya dengan kekuatan suara kini bukan lagi fiksi ilmiah. Para peneliti di Virginia Tech telah mengembangkan sebuah chip inovatif yang memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggenggam objek mikroskopis seukuran butiran debu, sebuah teknologi yang mereka sebut Acoustic Tweezers.
Revolusi “Penjepit Tak Terlihat”
Secara fisik, suara adalah gelombang tekanan yang merambat melalui medium. Dengan mengelola tekanan ini secara presisi, objek dapat didorong tanpa kontak fisik. Dikutip dari Slashgear pada Selasa (6/1/2026), teknologi ini bekerja layaknya “penjepit tak terlihat” yang jauh lebih canggih dari metode konvensional.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Sebelumnya, ilmuwan mengandalkan interdigital transducers (IDT) yang hanya menghasilkan gelombang datar kaku, menyulitkan kontrol objek secara fleksibel. Analogi sederhananya, menggunakan IDT ibarat mencoba mengambil bola pingpong dengan telapak tangan rata; hanya bisa digeser, namun mustahil dijepit atau diangkat.
Terobosan Phased Interdigital Metamaterial (PIM)
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, tim peneliti menciptakan terobosan bernama Phased Interdigital Metamaterial (PIM). Menariknya, material ini memiliki prinsip serupa dengan teknologi yang digunakan pesawat siluman untuk menyembunyikan mesin dari radar musuh.
PIM menggantikan desain garis lurus kaku pada IDT dengan elektroda melengkung yang berfungsi layaknya lensa akustik. Jika lensa kaca membengkokkan cahaya ke satu titik fokus, lengkungan pada PIM memfokuskan gelombang suara dengan akurasi luar biasa. Berkat desain melengkung ini, energi suara diubah menjadi sepasang penjepit tak terlihat yang dapat diarahkan sesuka hati. Hebatnya, seluruh mekanisme kompleks ini terjadi dalam sebuah chip kecil tanpa mesin besar.
Mureks mencatat bahwa detail matematis di balik PIM memang rumit, namun potensi penggunaannya di dunia nyata sangat mencuri perhatian.
Potensi Aplikasi di Dunia Medis dan Industri
Kemampuan Acoustic Tweezers menangani objek halus tanpa kontak fisik menjadikannya kandidat sempurna untuk revolusi di bidang kedokteran. Bayangkan operasi non-invasif yang dilakukan hanya dengan gelombang suara untuk membersihkan gumpalan darah atau memisahkan sel dalam wadah laboratorium dengan tingkat ketelitian melampaui mesin sentrifugasi biasa.
Selain sebagai penjepit, teknologi ini juga memiliki kemampuan unik mirip fungsi “dioda” dalam elektronika. Sistem PIM mampu mengarahkan informasi suara ke depan sambil memblokir gangguan yang mencoba kembali ke belakang, menjaga sinyal tetap jernih.
Dalam serangkaian uji coba, para peneliti sukses menjebak manik-manik mikroskopis ke dalam pola tertentu dan bahkan menyusun nanotube karbon yang sangat sulit dikendalikan. Tidak hanya benda padat, teknologi ini juga mampu menciptakan pusaran untuk mencampur cairan dengan presisi ekstrem, memberikan kendali penuh atas pergerakan zat cair dalam skala mikro.
Tantangan dan Masa Depan
Langkah besar berikutnya bagi para peneliti adalah menyempurnakan teknologi ini agar mampu menangani berbagai frekuensi sekaligus dan mengatasi masalah pergeseran suhu agar chip tidak kehilangan sinkronisasi saat memanas. Eksplorasi pun terus berlanjut pada pengembangan biosensor yang lebih sensitif hingga sistem pendingin untuk semikonduktor masa depan.
Jika inovasi ini berhasil diimplementasikan secara luas sesuai janji kecanggihannya, bukan tidak mungkin teknologi “suara ajaib” ini akan menjadi tonggak sejarah baru yang mengubah industri kesehatan dan teknologi dunia selamanya, menurut Mureks.






