Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa guru juga wajib menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai tahun 2026. Penegasan ini disampaikan seiring dengan kembali digulirkannya program MBG di sekolah-sekolah pada Kamis, 8 Januari 2026, setelah BGN menemukan beberapa sekolah yang belum menyertakan guru dalam distribusi makanan.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyoroti pentingnya cakupan MBG bagi seluruh tenaga pendidik saat melakukan kunjungan ke SMK Negeri 1 Jakarta. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memantau hari pertama pelaksanaan MBG di sekolah pada tahun 2026.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Nanik menegaskan bahwa ketentuan pemberian MBG untuk guru telah diatur secara jelas dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025. Perpres ini secara spesifik mengatur perluasan penerima manfaat program MBG.
“Semua guru harus dapat ya, sudah tertuang dalam Perpres, masa’ di sekolah ini belum dapat? Harus dijalankan ya, semua tenaga pendidik, termasuk mau itu tenaga kebersihan, yang menyapu, tenaga Tata Usaha (TU) juga harus dapat,” ujar Nanik, menegur Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang turut hadir di lokasi.
Selain memastikan cakupan penerima, Nanik juga memberikan saran agar setiap SPPG lebih kreatif dalam menyajikan menu makanan. Ia menekankan pentingnya variasi, terutama dengan memasukkan ikan yang kaya protein, sebagai alternatif dari menu telur yang sering disajikan.
“Mungkin mereka ingin ikan lele, jangan telur terus, karena kalau permintaannya banyak harganya bisa naik, jaga supaya enggak naik maka ganti jadi ikan,” jelas Nanik.
Nanik menyatakan akan kembali mengunjungi SMKN 1 Jakarta pada pekan depan untuk memastikan bahwa guru-guru telah menerima MBG. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Minggu depan saya ke sini lagi, tolong ya benar-benar diberikan untuk guru,” tuturnya.
Dalam interaksinya dengan salah satu siswi Kelas X Teknik Konstruksi Perumahan (TKP) bernama Jihan, Nanik mendapati siswi tersebut menangis terharu setelah mendapatkan MBG. “Enggak apa-apa, makanya setelah dapat MBG ini harus lebih semangat lagi sekolahnya, ya!” ucap Nanik sembari mengusap bahu Jihan.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala SPPG Kemayoran II Jakarta Pusat, Adiwiyata Bima Saraswata, yang bertanggung jawab atas penyaluran MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, menyatakan komitmennya. Pihaknya akan segera meningkatkan cakupan MBG agar tidak hanya siswa, tetapi juga guru, tenaga tata usaha, dan tenaga kebersihan dapat menerima manfaat program ini.
Mureks mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, BGN telah berhasil membangun 19.188 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat, meliputi siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kepala BGN Dadan Hindayana menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat hingga 82,9 juta orang pada Februari 2026.






