Ratusan penerbangan di sejumlah bandara utama Eropa dibatalkan pada Rabu (7/1/2026) akibat badai salju ekstrem dan gelombang dingin yang melanda. Kondisi ini memicu gangguan perjalanan signifikan di Belanda, Prancis, dan Jerman, membuat ribuan penumpang telantar.
Di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, maskapai KLM mengumumkan pembatalan 600 penerbangan pada Rabu. Pembatalan ini dilakukan untuk mencegah penumpukan penumpang yang telantar di salah satu pusat penerbangan tersibuk di Eropa tersebut. Sebelumnya, pada Selasa (6/1/2026), KLM juga telah membatalkan 400 penerbangan di Schiphol.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Juru bicara KLM, Anoesjka Aspeslagh, menegaskan bahwa kondisi cuaca saat ini sangat tidak biasa. “Kami belum mengalami kondisi cuaca ekstrem seperti ini selama bertahun-tahun,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/1/2026).
Pihak maskapai juga mengimbau para penumpang yang penerbangannya dibatalkan agar tidak datang ke bandara demi menghindari kepadatan. Secara lebih luas, otoritas Belanda juga meminta warganya untuk tetap di rumah jika memungkinkan, mengingat perkiraan badai salju baru yang akan datang pada malam hari.
Gangguan serupa juga terjadi di Prancis. Di Bandara Paris-Charles de Gaulle, Roissy-en-France, penumpang mendapati papan keberangkatan menampilkan pesan “Kondisi bersalju & lalu lintas terganggu” serta “Penerbangan mungkin tertunda atau dibatalkan” di Terminal 2F.
Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, mengungkapkan bahwa maskapai penerbangan terpaksa membatalkan setidaknya 40% penerbangan di bandara tersebut akibat cuaca buruk. Mureks mencatat bahwa foto-foto menunjukkan pesawat Air France dan Air China terparkir di landasan pacu yang tertutup salju tebal di Terminal 2F dan Terminal 1 Bandara Paris-Charles de Gaulle.
Badai salju dan gelombang dingin tidak hanya melanda Belanda dan Prancis, tetapi juga sebagian besar wilayah Eropa. Jerman, misalnya, mengalami penurunan suhu drastis hingga di bawah minus 10 derajat Celsius di wilayah selatan dan timur pada Selasa pagi, menambah daftar negara yang terdampak cuaca ekstrem ini.






