Harga saham raksasa energi Amerika Serikat, Chevron Corporation (CVX), anjlok signifikan 4,46 persen pada perdagangan Selasa (6/1) waktu setempat. Penurunan ini terjadi menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump yang akan membatalkan konsesi minyak yang sebelumnya diberikan kepada Venezuela.
Mengutip data New York Stock Exchange (NYSE) yang Mureks pantau pada Rabu (7/1/2026), saham emiten berkode CVX ini ditutup melemah USD 7,31, mencapai level USD 156,54 per saham. Koreksi ini tergolong dalam dan menjadi salah satu pelemahan harian terbesar Chevron dalam beberapa waktu terakhir.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Sebelumnya, Donald Trump pada 26 Februari 2025, mengumumkan akan mencabut “konsesi” minyak yang diberikan oleh pendahulunya, Joe Biden, kepada Venezuela. Kebijakan Biden pada 26 November 2022 itu mengizinkan Chevron untuk beroperasi kembali di negara Karibia tersebut.
Pergerakan saham Chevron pada sesi perdagangan Selasa menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam. Saham dibuka di level USD 164,88 dan sempat menyentuh harga tertinggi USD 165,05. Namun, tekanan jual yang kuat membuat saham CVX terus bergerak di zona merah, jatuh hingga menyentuh level terendah harian di USD 156,11. Dibandingkan penutupan sebelumnya di level USD 163,85, koreksi kali ini sangat terasa.
Meski demikian, pada perdagangan setelah jam bursa (after hours), saham Chevron tercatat bergerak terbatas dengan kenaikan tipis 0,14 persen ke posisi sekitar USD 156,76. Pergerakan ini mengindikasikan adanya upaya stabilisasi, meskipun sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.
Kinerja Fundamental Chevron
Dari sisi fundamental, Chevron saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 315,20 miliar. Rasio price to earnings (P/E) perusahaan berada di level 22,10.
Emiten energi ini juga dikenal sebagai saham pembagi dividen, dengan dividend yield mencapai 4,37 persen dan dividen kuartalan sebesar USD 1,71 per saham.
Sementara itu, kinerja keuangan kuartal ketiga 2025 menunjukkan pendapatan sebesar USD 48,75 miliar. Angka ini turun 1,35 persen secara tahunan (year on year). Namun, dari sisi laba, perusahaan mencatatkan EPS yang melampaui ekspektasi pasar dengan pertumbuhan 8,39 persen. Hal ini menjadi salah satu faktor penahan tekanan lebih dalam pada harga saham.






