Keuangan

AMMN Kucurkan US$3,03 Juta untuk Genjot Eksplorasi Proyek Elang di Sumbawa, Fokus Tembaga-Emas

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), menggelontorkan dana eksplorasi sebesar US$3,03 juta atau sekitar Rp51 miliar pada kuartal IV/2025. Mayoritas anggaran tersebut, yakni US$2,8 juta, difokuskan untuk pengembangan Proyek Elang yang berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Investasi signifikan ini bertujuan untuk mengintensifkan aktivitas pengeboran inti dan pemetaan geologi di Blok II Elang. Langkah ini krusial untuk meningkatkan akurasi model geologi serta klasifikasi sumber daya mineral, khususnya pada proyek porfiri tembaga-emas yang menjadi prioritas utama perseroan.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Intensifikasi Pengeboran dan Analisis Data

Sepanjang periode Oktober hingga Desember 2025, AMNT berhasil menyelesaikan pengeboran di 18 lubang dengan total kedalaman mencapai 6.438,5 meter. Pengeboran tersebut tersebar di tiga area strategis, yaitu Elang, Gerbang Timur, dan Sebu Timur. Fokus utama pengeboran infill di area Elang adalah untuk menambah kepadatan data, yang esensial dalam evaluasi potensi sumber daya.

Manajemen AMMN dalam laporan aktivitas eksplorasi pada Jumat (9/1/2026) menyatakan, “Sampel inti yang dikirimkan ke laboratorium pengujian berjumlah 2.722.” Data ini menjadi dasar penting untuk analisis geokimia dan penentuan kadar mineral.

Selain pengembangan sumber daya, AMNT juga melakukan pengeboran sterilisasi di Semamu. Pengeboran ini bertujuan untuk memastikan bahwa lokasi yang direncanakan sebagai penempatan batuan penutup (waste dump) bebas dari mineralisasi yang memiliki nilai ekonomi, sehingga tidak ada potensi sumber daya yang terbuang.

Aktivitas di Blok Lain dan Prospek 2026

Aktivitas eksplorasi di Blok III Rinti tercatat lebih terbatas, dengan serapan biaya sebesar US$226.000. Di wilayah ini, perseroan melakukan pengeboran eksplorasi dua lubang dan pemetaan geologi di zona lithocap Barat Daya Sane. Sementara itu, untuk Blok I Batu Hijau dan Blok IV Lampui, tidak ada aktivitas eksplorasi maupun pengeluaran biaya yang dilaporkan sepanjang kuartal IV/2025. Manajemen hanya melakukan tinjauan teknis atas hasil eksplorasi periode sebelumnya di kedua blok tersebut.

Mureks merangkum, memasuki tahun 2026, Amman Mineral berencana untuk mempertahankan momentum pengembangan dengan mengoperasikan tiga rig aktif. Rig-rig ini akan melanjutkan pengeboran di area Elang dan Gerbang Timur, menunjukkan komitmen perseroan terhadap eksplorasi berkelanjutan.

Performa Saham AMMN di Bursa

Dari lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), saham AMMN menutup perdagangan Jumat (9/1) di level Rp8.150 per saham. Catatan Mureks menunjukkan, harga ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 26,85% sepanjang tahun berjalan, menunjukkan respons positif pasar terhadap kinerja dan prospek perusahaan.

Mureks