Keuangan

Altcoin Season Index di Level 22: Dominasi Bitcoin Masih Tak Tergoyahkan di Tengah Kehati-hatian Investor Kripto

Pasar kripto global masih berada dalam cengkeraman dominasi Bitcoin, sebuah realitas yang tercermin jelas dari Altcoin Season Index milik CoinMarketCap. Indeks tersebut, per Selasa, 06 Januari 2026, berada di level 22, mengindikasikan bahwa reli altcoin yang signifikan belum terjadi dan investor masih cenderung memilih aset yang lebih aman.

Memahami Altcoin Season Index

Altcoin Season Index merupakan indikator kuantitatif krusial untuk menganalisis siklus pasar kripto. Indeks ini mengukur kinerja 100 aset kripto terbesar (tidak termasuk stablecoin dan aset wrapped) dibandingkan dengan Bitcoin selama 90 hari terakhir. Metode perhitungannya sederhana: analis menghitung persentase altcoin yang berhasil mengungguli Bitcoin.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Pasar baru dianggap memasuki “altcoin season” jika angka tersebut melampaui 75%. Dengan skor saat ini di level 22, artinya hanya 22% dari altcoin besar yang mampu mencatatkan kinerja lebih baik dari Bitcoin dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa pasar masih dalam fase “Bitcoin season,” di mana investor memprioritaskan aset yang dianggap paling stabil dan aman.

Pendekatan berbasis data ini penting untuk menghilangkan faktor emosional yang sering memengaruhi pasar kripto, seperti euforia atau ketakutan berlebihan.

Sejarah dan Perbandingan Siklus Pasar

Secara historis, kondisi dominasi Bitcoin seperti saat ini bukanlah hal baru. Pada akhir 2020 hingga awal 2021, ketika pasar kripto mengalami bull run besar, Altcoin Season Index kerap melampaui 75, bahkan sempat menyentuh level 90. Kala itu, sektor DeFi dan NFT mengalami pertumbuhan agresif, menarik arus modal yang masif.

Sebaliknya, level indeks yang rendah seperti sekarang biasanya muncul saat tekanan makroekonomi meningkat, mulai dari kebijakan suku bunga yang ketat hingga ketegangan geopolitik global. Dalam situasi demikian, investor cenderung kembali ke Bitcoin, yang dipersepsikan sebagai “emas digital” di tengah ketidakpastian.

Interpretasi Altcoin Season Index

Untuk memahami posisi pasar saat ini, berikut gambaran interpretasi Altcoin Season Index:

  • 0–24: Strong Bitcoin Season – investor cenderung menghindari risiko.
  • 25–49: Moderate Bitcoin Season – investor berhati-hati dan selektif.
  • 50–74: Transisi atau Netral – pasar menunggu katalis.
  • 75–100: Altcoin Season – investor agresif mencari pertumbuhan tinggi.

Sejarah menunjukkan, peralihan dari Bitcoin season ke altcoin season jarang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya ada pola berulang di mana Bitcoin lebih dulu memimpin reli pasar, sering kali dipicu oleh faktor besar seperti adopsi institusional atau persetujuan ETF Bitcoin spot pada awal 2024. Setelah harga Bitcoin stabil di level tinggi, kepercayaan investor meningkat, dan modal perlahan mulai mengalir ke altcoin dengan potensi imbal hasil lebih besar.

Katalis Pendorong Potensial

Beberapa katalis yang secara historis mendorong terjadinya altcoin season antara lain:

  • Terobosan teknologi, seperti smart contract Ethereum (2017), DeFi Summer (2020), dan ledakan NFT (2021).
  • Kejelasan regulasi untuk use case blockchain tertentu.
  • Likuiditas makro, terutama saat kebijakan moneter longgar.
  • Stabilitas harga Bitcoin, dengan volatilitas rendah dalam waktu lama.

Saat ini, indeks di level 22 menunjukkan bahwa katalis-katalis tersebut belum cukup kuat untuk menggeser sentimen pasar yang masih cenderung menghindari risiko. Meski demikian, tim redaksi Mureks mencatat bahwa level indeks yang sangat rendah terkadang justru menjadi sinyal awal perubahan besar. Pada fase seperti ini, perhatian investor biasanya tertuju pada data on-chain, khususnya apakah para pemilik dana besar atau whale mulai mengakumulasi altcoin secara diam-diam.

Dua Realitas Berbeda dan Strategi Investor

Sejumlah analis dari firma riset seperti Glassnode dan IntoTheBlock menilai rendahnya Altcoin Season Index sejalan dengan kondisi pasar saat ini. Dominasi Bitcoin tercatat masih bertahan di atas 55% dari total kapitalisasi pasar kripto selama beberapa bulan terakhir. Selain itu, pantauan Mureks menunjukkan bahwa data pasar derivatif memperlihatkan minat institusi masih terfokus pada futures dan opsi berbasis Bitcoin. Di saat yang sama, produk investasi berbasis altcoin justru mengalami arus keluar, sementara produk Bitcoin masih mencatat arus masuk meski relatif moderat.

Kondisi ini menciptakan dua realitas berbeda bagi investor. Bagi investor jangka panjang, indeks yang rendah bisa menjadi peluang untuk akumulasi bertahap pada proyek altcoin berkualitas tinggi dengan fundamental kuat. Namun, bagi trader jangka pendek, situasi ini memperkuat strategi mengikuti tren utama yang saat ini masih berpihak pada Bitcoin, serta beberapa aset besar seperti Ethereum.

Dalam konteks pengelolaan portofolio, banyak manajer aset menyarankan pendekatan core-satellite. Artinya, porsi utama tetap dialokasikan ke Bitcoin sebagai aset inti, sementara sebagian kecil dana ditempatkan pada altcoin pilihan untuk mengantisipasi perubahan siklus di masa depan.

Kesabaran dan Selektivitas Kunci di Masa Depan

Ke depan, sejumlah faktor berpotensi mendorong kenaikan Altcoin Season Index, mulai dari perkembangan layer-2 scaling, tokenisasi real world assets (RWA), hingga inovasi baru yang mampu menciptakan narasi kuat di ekosistem altcoin. Namun, hingga indeks mampu menembus level 50 secara berkelanjutan, data menunjukkan bahwa kesabaran dan selektivitas masih menjadi kunci bagi pelaku pasar kripto.

Mureks