PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) menargetkan peningkatan produktivitas karyawan hingga 50% pada tahun 2026. Pencapaian ini diyakini akan terwujud melalui akselerasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh dalam operasional bisnis perusahaan.
Direktur Utama Sumber Sinergi Makmur, Alamsyah, menjelaskan bahwa IOTF sebagai emiten teknologi berfokus pada solusi Internet of Things (IoT) untuk sektor transportasi dan manajemen armada. Perusahaan menyediakan perangkat GPS Tracker beserta layanan software as a service (SaaS) untuk pemantauan armada kendaraan maupun aset bernilai secara real time.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Seiring perkembangan teknologi global, IOTF telah mengintegrasikan AI untuk mendukung berbagai proses operasional yang bersifat berulang. Pemanfaatan AI ini diklaim membuat alur kerja menjadi lebih cepat, presisi, dan berbasis data real time. Dengan demikian, tim internal dapat lebih memusatkan perhatian pada aktivitas strategis serta pengembangan usaha, yang berdampak langsung pada peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia.
Alamsyah mengungkapkan, saat ini pendapatan per karyawan (revenue per head count) IOTF berada di kisaran Rp 2 miliar. “Kami membantu pelanggan menyederhanakan proses bisnis mereka, sebagaimana kami juga menerapkannya di dalam perusahaan kami sendiri,” ungkap Alamsyah dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (7/1/2026). Ia menargetkan lonjakan produktivitas hingga sekitar 50% pada 2026, dengan sasaran revenue per head count mencapai Rp 3 miliar, ditopang oleh pemanfaatan AI secara menyeluruh di setiap lini operasional. Mureks mencatat bahwa target ini menunjukkan komitmen IOTF dalam mengadopsi teknologi mutakhir.
Implementasi AI ini terintegrasi dalam sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang dikembangkan secara mandiri oleh tim internal IOTF dengan merek Fox Ledger. Pengembangan internal tersebut memberikan fleksibilitas dalam penyesuaian sistem, kecepatan adaptasi terhadap kebutuhan bisnis, serta pengendalian yang lebih optimal atas aspek keamanan dan tata kelola data.
“Di tengah percepatan adopsi AI di berbagai sektor, Sumber Sinergi Makmur menunjukkan bahwa perusahaan teknologi lokal Indonesia mampu mengimplementasikan AI secara praktis dan terukur, serta menjadikannya sebagai penggerak kinerja dan efisiensi perusahaan,” ujar Alamsyah.
Lebih lanjut, Alamsyah menegaskan komitmen IOTF dalam menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan bisnis. Komitmen tersebut tercermin dari kepemilikan empat sertifikasi internasional, yaitu ISO 9001:2015, ISO 27001:2013, ISO 20000-1:2018, serta ISO 22301:2019.
Dorong Laba Dobel Digit
Dari sisi kinerja keuangan, Alamsyah optimistis penerapan AI dapat mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih IOTF dengan capaian dobel digit pada tahun ini. “Kami membuat target kenaikan sekitar 30%. Kami akan menjaga tingkat berlangganan tetap tinggi, dan pastinya menjaga efisiensi melalui AI,” tutup Alamsyah.






