Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 tetap berada dalam batas aman, yakni di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut catatan Mureks, defisit APBN 2025 tercatat sebesar Rp 695,1 triliun atau setara dengan 2,92% dari PDB.
Airlangga menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi memiliki korelasi langsung dengan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
“Defisitnya masih aman, masih di bawah 3%. Yang paling penting kita mengejar pertumbuhan karena pertumbuhan kan kaitannya langsung terhadap employment, penciptaan lapangan kerja, jadi itu yang kita dorong,” ujar Airlangga kepada awak media di kantornya, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga merinci realisasi pendapatan dan belanja negara sepanjang tahun 2025. Pendapatan negara tercatat mencapai Rp 2.756,3 triliun, atau 91,7% dari target APBN. Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp 3.451,4 triliun, yang merupakan 95,3% dari total APBN.
Dengan realisasi belanja yang signifikan ini, Airlangga menyatakan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2025. Ia memprediksi pertumbuhan pada periode tersebut akan menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi 2025 secara keseluruhan diharapkan dapat mendekati angka 5,3% yang telah ditetapkan dalam APBN.
“Pertumbuhan di kuartal IV itu di antara kuartal-kuartal sebelumnya, tumbuh bisa menjadi yang tertinggi sehingga mungkin secara keseluruhan target dari APBN untuk pertumbuhan bisa mendekati,” pungkas Airlangga.






