Tren

7 Gadget Paling Unik di CES 2026: Dari Robot Emosional hingga Skuter Otonom

Ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, kembali menjadi panggung bagi inovasi teknologi yang memukau. Sejak dibuka pada Jumat, 09 Januari 2026, pameran ini tak hanya menampilkan televisi raksasa tanpa bezel atau laptop layar gulung, tetapi juga deretan gadget dengan konsep paling tak biasa yang membuat pengunjung terheran-heran.

Meskipun beberapa di antaranya mungkin terlihat aneh, gadget-gadget ini justru merepresentasikan semangat eksperimental dan terobosan yang selalu menjadi ciri khas CES. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa perpaduan antara ide-ide gila dan potensi inovasi tinggi menjadi daya tarik tersendiri tahun ini. Berikut adalah tujuh gadget paling unik yang berhasil menarik perhatian di CES 2026:

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

SwitchBot Kata Friends

Robot pendamping yang menggemaskan ini, meski pertama kali diperkenalkan di IFA 2025, tampil penuh di CES 2026 dengan seri Kata Friends. Jangan tertipu oleh mata birunya yang besar; hewan peliharaan AI ini dilengkapi teknologi canggih. SwitchBot Kata Friend memiliki model bahasa besar (LLM) di perangkat dan model bahasa video (VLM) berbasis cloud. Kombinasi ini, ditambah pemahaman mendalam tentang emosi manusia, memungkinkan robot ini menghibur, mengenali suasana hati, dan merespons secara real-time.

Strutt ev1

Skuter mobilitas bukanlah hal baru, namun Strutt ev1 membawa konsep ini ke level berikutnya. Perangkat beroda empat ini terlihat seperti perpaduan kursi roda Profesor X dan mobil Tesla. Strutt ev1 dapat dikendarai seperti skuter standar, namun juga dilengkapi kontrol suara, LiDAR, dan navigasi internal. Pengguna cukup memberitahunya tujuan, dan array sensor 360 derajat akan memastikan perjalanan aman tanpa menabrak apa pun. Sebuah layar kecil di sandaran tangan kanan juga menampilkan tangkapan kamera ev1 secara langsung. Mike Prospero dari Tom’s Guide yang mengendarainya di aula konferensi yang ramai, menyaksikan ev1 berhenti tepat waktu saat mendekati rintangan.

LG CLOiD

Robot rumah tangga ini, meski terlihat lucu, sempat mengejutkan saat kesulitan melakukan tugas sederhana bagi manusia: melipat handuk. Dirancang sebagai robot pembantu rumah tangga, CLOiD cukup mengesankan dalam banyak hal. Dengan AI dan teknologi berbasis visi, CLOiD mampu melakukan sejumlah tugas rumah tangga. Robot ini juga berfungsi sebagai hub rumah bertenaga AI dengan layar internal sebagai ‘mata’, speaker, kamera, dan berbagai sensor lain. CLOiD dapat ‘berbicara’ dengan peralatan LG lainnya untuk melakukan otomatisasi cerdas, seperti menyalakan oven saat Anda dalam perjalanan pulang atau mengubah suhu ruangan.

Razer Project Ava

Bagaimana jika Anda memiliki pendamping AI di meja kerja, bukan hanya di ponsel? Itulah ide di balik Razer Project Ava. Dalam demo yang disaksikan Tony Polanco, perangkat ini ditenagai oleh mesin Grok dari xAI, namun pengguna dapat menggunakan chatbot apa pun untuk menggerakkan hologram 3D berukuran 5,5 inci ini. Selama demo, karakter gadis bernama Kira menjelaskan seluk-beluk game first-person shooter, namun perangkat ini dapat berfungsi di game apa pun untuk memberikan tips dan saran guna meningkatkan gameplay. Project Ava bukan sekadar konsep CES, dan pendamping bertenaga AI ini diharapkan hadir di meja kerja Anda akhir tahun ini.

Hormometer Eli Health

Teknologi kesehatan sama besarnya dengan AI di pameran tahun ini. Dengan biaya tes hanya 8 dolar AS, Hormometer dari Eli Health dirancang untuk memberikan pembacaan kadar hormon Anda saat ini. Tes hormon berbasis air liur di rumah ini akan segera dapat memberi tahu Anda seberapa tinggi (atau rendah) kadar testosteron atau progesteron Anda. Setelah menginstal aplikasi Eli Health di ponsel, Anda cukup memasukkan kartrid pengumpul air liur Hormometer ke dalam mulut selama 60 detik. Setelah menarik tab, hasilnya mulai ‘berkembang’, meskipun Anda perlu menunggu 20 menit sebelum dapat mengambil foto stik air liur dan AI-nya mulai menganalisis hasil. Hormometer tidak akan menggantikan dokter Anda, tetapi dapat memberikan beberapa wawasan sebelum janji temu berikutnya.

HyperX Neurable

Meskipun HyperX Neurable mungkin terlihat seperti headset gaming biasa, perangkat konsep ini mampu membaca gelombang otak Anda untuk meningkatkan gameplay. Dengan menggunakan sensor EEG internal, AI, dan sedikit latihan mindful, headset ini dapat membaca stres di pikiran Anda, menenangkan Anda, dan meningkatkan fokus otak Anda. Jason England dari Tom’s Guide mengujinya, dan setelah latihan fokusnya selesai, ia merasa waktu melambat, yang dapat sangat meningkatkan permainan Anda saat bermain game first-person shooter yang serba cepat. Jika HyperX Neurable bergerak melampaui konsep menjadi produk nyata, itu bisa dengan mudah mengguncang kancah gaming kompetitif.

Skywheel

Tidak selalu ada salju segar di puncak gunung saat Anda ingin bermain ski, tetapi dengan Skywheel, Anda bisa bermain ski di jalanan. Dilengkapi dengan motor listrik yang dipasangkan dengan remote untuk mengontrol kecepatan, Skywheel sangat berbeda dari skuter listrik yang terlihat di pameran. Penulis kebugaran senior Tom’s Guide, Dan Bracaglia, mengenakan sepasang Skywheel di kakinya dan mencobanya pada hari pertama CES 2026. Selama demonya, perwakilan perusahaan menjelaskan bahwa dibutuhkan “sekitar 20 menit” untuk menguasai kontrol kemiringan Skywheel yang presisi. Setelah itu, Anda akan dapat melakukan belokan seperti saat bermain ski tradisional, meskipun Dan belum sepenuhnya mencapai level tersebut.

Mureks