Keuangan

ZenaTech (ZENA) Terus Merugi: Strategi Akuisisi Agresif Picu Pembengkakan Utang dan Risiko Tinggi

Saham ZenaTech (NASDAQ:ZENA), perusahaan teknologi yang berfokus pada layanan drone, terus menunjukkan performa mengkhawatirkan di awal tahun 2026. Perusahaan ini menghadapi risiko penurunan lebih lanjut meskipun harga sahamnya telah anjlok 60% sepanjang tahun lalu, sebuah indikasi bahwa strategi akuisisi agresifnya justru menyeret perusahaan semakin dalam ke jurang kerugian.

Analis pasar, Gary Alexander, menegaskan kembali peringkat jual untuk saham ZENA. Menurut Alexander, strategi ekspansi perusahaan yang didorong oleh akuisisi agresif memang menghasilkan peningkatan pendapatan secara instan. Namun, di sisi lain, pendekatan ini juga menyebabkan pembengkakan utang yang signifikan dan pelebaran kerugian operasional.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

ZenaTech diketahui telah menggeser fokus bisnisnya ke model ‘Drone as a Service’. Namun, menurut pantauan Mureks, strategi ini sepenuhnya bergantung pada akuisisi perusahaan-perusahaan survei lahan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keberlanjutan pertumbuhan organik perusahaan, yang sayangnya tidak diungkapkan secara transparan oleh ZenaTech dan kemungkinan besar sangat tipis.

Alexander menyoroti bahwa neraca keuangan ZenaTech sangat tipis, dengan ketersediaan kas yang terbatas. Kondisi ini membuat strategi ekspansi berbasis akuisisi yang dilakukan perusahaan menjadi tidak berkelanjutan. Investor semakin khawatir terhadap valuasi yang terlalu tinggi di tengah kondisi makroekonomi yang masih tidak stabil, sebuah sentimen yang telah melanda pasar sejak akhir tahun 2025.

Dengan fundamental yang lemah dan ketergantungan pada akuisisi tanpa pertumbuhan organik yang jelas, ZenaTech tetap menjadi saham berkapitalisasi kecil dengan risiko tinggi. Potensi penurunan harga saham lebih lanjut masih terbuka lebar, mengingat kondisi keuangan perusahaan yang memprihatinkan.

Mureks