Las Vegas, Amerika Serikat – Di tengah hiruk pikuk pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang selalu dipadati inovasi, Xtand berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Stan merek ini di North Hall selalu ramai dan energik, dengan antrean pengunjung yang ingin mencoba Intelligent Patella Strap terbarunya.
Perangkat ini merupakan penyangga lutut ringkas bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk melampaui fungsi alat kompresi tradisional. Sejak sesi peninjauan media awal hingga demo sore hari, area stan Xtand lebih terasa seperti ruang latihan daripada sekadar pajangan statis.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Para pengunjung terlihat melangkah di atas treadmill, melakukan gerakan squat, dan lunges sambil mengenakan tali penyangga tersebut. Hal ini secara konsisten menarik kerumunan yang penasaran ingin melihat bagaimana penyangga lutut dapat secara aktif merespons gerakan secara real-time, alih-alih hanya menahan sendi di tempatnya.
Visi Baru Kolaborasi Manusia-Mesin dalam Teknologi Wearable
Acara peluncuran Xtand dibuka dengan pidato utama dari Profesor Yu Sun, seorang ahli robotika dan biomekanika. Ia menggarisbawahi pergeseran besar menuju kolaborasi manusia-mesin sebagai konteks kerja Xtand.
Presentasinya berfokus pada evolusi kecerdasan wearable—dari perangkat pasif yang menahan gerakan menjadi sistem adaptif yang mampu menafsirkan niat dan merespons secara dinamis. Profesor Sun menjelaskan bahwa generasi berikutnya dari perangkat wearable harus memahami pola gerakan, perubahan beban, dan kasus penggunaan di dunia nyata, bukan hanya memperlakukan lutut sebagai engsel kaku.
Kerangka pemikiran tersebut membantu mengkontekstualisasikan pendekatan Xtand: sebuah tali patela cerdas yang beroperasi secara terus-menerus di latar belakang, menyesuaikan dukungan seiring perubahan gerakan, alih-alih memaksa tubuh untuk menyesuaikan diri dengan tekanan statis. Pidato utama ini menjadi jembatan yang jelas antara penelitian akademis dan aplikasi siap pakai untuk konsumen, memberikan kerangka bagi pengunjung untuk memahami mengapa perangkat kecil dan ringan ini merepresentasikan pergeseran signifikan dalam teknologi penyangga lutut.
Pengalaman Nyata: Gerakan dan Respons Real-Time
Teori tersebut dengan cepat diwujudkan dalam praktik di area pameran. Sepanjang hari, pengunjung menguji Intelligent Patella Strap saat berjalan kaki, jogging, squat, dan latihan fungsional.
Sistem berbasis AI pada tali penyangga ini menggunakan pengenalan gerakan untuk mendeteksi aktivitas lutut dan menyesuaikan tekanan udara internal secara dinamis. Ini berarti dukungan diberikan hanya saat dibutuhkan, dan mengendur saat tidak diperlukan.
Yang paling menonjol adalah betapa alami pengalaman yang dirasakan. Para penguji bergerak bebas, tanpa kekakuan atau kompresi berlebihan yang umum pada penyangga lutut tradisional. Beberapa pengguna berkomentar bahwa tali penyangga tersebut terasa “tidak terlihat” saat bergerak, meskipun secara aktif merespons perubahan kecepatan, kedalaman, dan beban.
Demonstrasi ini menarik perhatian konsisten dari para pengunjung, dengan media dan kreator berhenti untuk merekam pengujian langsung dan mengajukan pertanyaan lanjutan tentang akurasi, waktu respons, dan penggunaan sehari-hari. Dalam ringkasan Mureks, pada akhir periode peluncuran, stan Xtand telah menjadi pusat eksperimen langsung—sebuah lingkungan di mana kecerdasan wearable tidak hanya dijelaskan, tetapi juga dirasakan.
Bagi Xtand, debut di CES ini lebih dari sekadar tontonan, melainkan benar-benar menunjukkan bagaimana dukungan cerdas dapat terintegrasi secara alami ke dalam gerakan, pelatihan, dan kehidupan sehari-hari. Menilai dari kerumunan, percakapan, dan gerakan konstan di stan, pesan inovasi ini berhasil tersampaikan dengan baik.






