Hiburan

Wulan Guritno Beberkan Kekhawatiran dan Kebanggaan Kala Shalom Razade Bintangi ‘Malam 3 Yasinan’

Aktris senior Wulan Guritno mengungkapkan perasaan campur aduk antara bangga dan khawatir saat putrinya, Shalom Razade, berhasil lolos audisi dan memerankan karakter utama dalam film horor terbaru, ‘Malam 3 Yasinan’. Shalom diketahui mengikuti audisi secara diam-diam dan sukses mendapatkan peran ganda sebagai gadis kembar bernama Sara dan Samira.

Awalnya Enggan Ada ‘Baby Nepo’

Wulan Guritno, yang juga merupakan salah satu produser film tersebut, mengaku tidak mengetahui bahwa putrinya ikut audisi. Ia bahkan sempat mencoba mencari opsi lain untuk peran tersebut agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Jadi ini benaran (audisi) profesional, enggak ada baby nepo. Itu benaran lewat casting bersama sutradara. Aku sempat bilang: Bisa enggak sih, enggak usah Shalom? Ada opsi kedua enggak?” ungkap Wulan Guritno.

Ia menambahkan, “Karena gue malas, ini film ibunya terus anaknya jadi pemeran utama. Gue enggak mau ada suara-suara sumbang. Ternyata Yannie tetap memilih Shalom. Ya, aku mau bilang apa?” Sutradara Yannie Sukarya tetap pada keputusannya memilih Shalom Razade setelah melalui proses penilaian yang ketat.

Peran Kembar Sara dan Samira yang Menantang

Setelah mengetahui Shalom terpilih, Wulan Guritno lantas mencermati naskah ‘Malam 3 Yasinan’ yang digarap oleh Helfi Kardit, Fannyco Indrawan, dan Delbin Clyte. Ia menyadari bahwa karakter Sara dan Samira yang dimainkan Shalom Razade memiliki kompleksitas tinggi dan sifat yang bertolak belakang.

“Pas baca naskahnya, bukannya aku enggak percaya sama Shalom, Cuma aku tahu beratnya. Istilahnya, aku duluan di industri ini. Sudah mengalami beragam peran dan aku pas baca skripnya waduh berat sih jadi Sara dan Samira. Buat aku pun berat,” ujar Wulan Guritno.

Sebagai seorang ibu, Wulan tidak bisa menampik kekhawatiran yang muncul. “Ada juga tebersit di pikiranku: Bisa enggak ya, Shalom? Aku sebagai ibu ada kekhawatiran itu. Ada rasa bangga, Shalom yang dapat berarti dia lulus casting. Berarti boleh juga ini Shalom!” sambungnya.

Dampak Mental dan Profesionalisme Akting

Wulan Guritno, berdasarkan pengalamannya di industri perfilman, memahami betul dampak peran kompleks terhadap mental seorang aktor. Mureks mencatat bahwa peran dengan banyak lapisan karakter seringkali menuntut dedikasi tinggi yang bisa memengaruhi kondisi psikologis jika tidak dikelola dengan baik.

“Tapi dalam hati tebersit karena gue pernah mengalami saat mendapat peran kompleks dan layer-nya banyak itu berat banget. Itu sampai berdampak ke keseharian dan mental. Kalau enggak bisa memilah bahwa ini gue dan ini karakter gue, itu berat,” jelas Wulan.

Sebagai produser, Wulan Guritno memastikan para aktor, termasuk Shalom, mendapatkan bekal maksimal. Mereka menjalani sesi coaching, reading, dan sejumlah workshop. Proses syuting film ini berlangsung selama 22 hari di Subang dan Bogor, Jawa Barat.

Kini, Wulan Guritno merasa lega melihat proses syuting berjalan lancar. “Aku sampai berpikir, duh, anakku mampu enggak ya di titik itu? Tapi itu tak aku sampaikan ke dia karena sebagai aktor profesional bukan wewenang gue membicarakannya,” ucapnya.

Film ‘Malam 3 Yasinan’ yang diproduksi Helroad Films dan Alkimia Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026. Wulan Guritno kini bangga melihat putrinya bertumbuh sebagai seniman yang profesional dan berbakat.

Mureks