Las Vegas, Amerika Serikat – Perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas menunjukkan dominasi pembahasan kecerdasan buatan (AI) di kalangan raksasa teknologi. Dalam analisis frekuensi penyebutan AI selama presentasi utama, AMD berhasil mengungguli pesaing utamanya, Nvidia, dengan rata-rata 1,8 kali per menit.
Catatan Mureks menunjukkan, presentasi AMD yang dipimpin oleh Dr. Lisa Su, mencatat total 210 penyebutan AI dalam durasi 117 menit. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Nvidia yang hanya mencatatkan 120 penyebutan AI selama presentasi berdurasi 91 menit, atau setara dengan 1,3 kali per menit.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Lenovo Pimpin dengan Frekuensi AI Tertinggi
Meskipun AMD memimpin di antara dua produsen chip besar, Lenovo justru mencatat frekuensi penyebutan AI tertinggi secara keseluruhan. Dalam presentasi berdurasi 114 menit, Lenovo menyebut AI sebanyak 219 kali, menghasilkan rata-rata 1,9 kali per menit.
Perbandingan persentase kata ‘AI’ dari total kata yang diucapkan selama presentasi juga menunjukkan tren serupa:
- AMD: 1,2% dari total kata
- Nvidia: 0,95% dari total kata
- Lenovo: Angka tertinggi, namun tidak dirinci persentasenya dalam sumber.
Menariknya, hanya 13 penyebutan AI dalam presentasi AMD yang didahului oleh kata ‘Ryzen’, seperti pada produk Ryzen AI Max.
Fokus Bisnis Bergeser dari Gaming ke AI
Tren ini mengindikasikan pergeseran fokus industri teknologi dari gaming ke kecerdasan buatan. Baik AMD maupun Lenovo hanya menyebut istilah ‘gaming’ sebanyak tiga kali selama presentasi mereka di CES 2026. Nvidia bahkan tidak menyebut kata ‘gaming’ sama sekali dalam presentasi utamanya, meskipun mereka merilis presentasi terpisah yang direkam sebelumnya khusus untuk pengumuman gaming.
Pergeseran ini juga tercermin dalam struktur pendapatan perusahaan:
| Perusahaan | Pendapatan Gaming | Pendapatan Data Center | Total Pendapatan (sekitar akhir tahun lalu) |
|---|---|---|---|
| AMD | Sekitar $4 miliar | Sekitar $4 miliar | Tidak disebutkan |
| Nvidia | $4,3 miliar | Dominan | $57 miliar |
Data ini menunjukkan bahwa Nvidia jauh lebih berorientasi pada penjualan pusat data, sementara AMD masih memiliki keseimbangan pendapatan antara segmen klien dan gaming dengan pusat data. Fenomena ‘demam’ AI ini, menurut pantauan Mureks, telah melanda sebagian besar dunia teknologi, meskipun adopsi produk AI oleh konsumen masih menjadi pertanyaan.
Analisis frekuensi penyebutan ini sendiri dilakukan dengan bantuan transkripsi bertenaga AI, yang mampu memproses presentasi panjang dalam waktu sekitar 20 menit.





