Hiburan

Ryukishi07: “Silent Hill Bukan Sekadar Nama Tempat, Ini Fenomena, Perkuat Teori yang Sempat Memecah Belah Penggemar”

Penulis skenario Silent Hill f, Ryukishi07, secara tegas mengonfirmasi teori yang sempat memecah belah penggemar: bahwa Silent Hill bukan sekadar nama tempat, melainkan sebuah fenomena. Pernyataan ini memperkuat narasi yang pertama kali diungkap dalam Silent Hill: The Short Message.

Teori ini muncul ketika Ryukishi07, yang dikenal sebagai penulis di balik waralaba horor Jepang When They Cry, mempertanyakan bagaimana sebuah game bernama kota Amerika bisa berlatar di Jepang. Ia mengajukan pertanyaan tersebut kepada produser seri, Motoi Okamoto, saat diminta untuk menulis Silent Hill f.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Konfirmasi dari Penulis dan Produser

Dalam wawancara dengan Famitsu, yang diterjemahkan oleh GamesRadar+, Ryukishi07 menceritakan diskusinya dengan Okamoto. “Saya banyak berdiskusi dengan produser seri Okamoto dalam sebuah pertemuan setelah saya menerima permintaan [untuk menulis Silent Hill f],” kenang Ryukishi07.

“Seperti ‘Mengapa berlatar di Jepang?’ dan ‘Apa sebenarnya Silent Hill itu?’ Pada akhirnya, kami sampai pada kesimpulan bahwa Silent Hill bukan hanya nama tempat, itu adalah sebuah fenomena. Melihat ke belakang, saya pikir saya mampu menciptakan dasar cerita dan dunia yang cukup memuaskan dari sini.”

Konsep “Fenomena Silent Hill” ini pertama kali disebutkan secara eksplisit dalam sebuah catatan di The Short Message, yang menggambarkan kemunculan dunia lain sebagai “Fenomena Silent Hill, dinamai dari peristiwa serupa yang terjadi di kota eponim di AS.” Game The Short Message sendiri berlatar di Jerman, menandakan keinginan Konami untuk memperluas cakupan geografis seri ini.

Ekspansi Dunia Silent Hill dan Reaksi Penggemar

Sejak kebangkitannya, seri Silent Hill telah melampaui batas-batas kota Amerika aslinya. Meskipun kebangkitan ini sempat diwarnai pasang surut, dengan The Short Message dan Ascension yang menuai kritik, serta Silent Hill 2 remake dan Silent Hill f yang mendapat pujian, Konami menunjukkan keseriusannya.

Menurut catatan Mureks, Konami berencana merilis sekitar satu judul Silent Hill per tahun setelah seri ini kembali “ke jalur yang benar.” Perusahaan juga mempertimbangkan untuk menjadikan wilayah lain seperti Rusia, Italia, atau Korea Selatan sebagai latar game di masa depan. Ini menunjukkan ambisi Konami untuk tidak lagi terpaku pada satu lokasi.

Inti dari seri Silent Hill selalu berpusat pada “dunia lain” (otherworld), sebuah ruang supernatural yang merefleksikan psikis batin yang tersiksa dari penghuninya. Meskipun di beberapa game sebelumnya ada catatan yang menggambarkan dunia lain sebagai “terinfeksi penyakit,” penjelasan ini tidak sepenuhnya selaras dengan narasi gameplay.

Meski teori “fenomena” ini sempat memicu perdebatan, para penggemar tampaknya bersatu dalam kegembiraan atas perluasan latar seri di luar Amerika Serikat. Interpretasi pemain tetap menjadi bagian integral dari pengalaman Silent Hill, dan konsep baru ini menambah lapisan kedalaman pada mitologi yang sudah kaya.

Mureks