Film fiksi ilmiah horor terbaru, World Breaker (2026), siap membawa penonton ke dalam dunia pasca-apokaliptik yang penuh ketegangan. Disutradarai dan ditulis oleh William Eubank, bersama Philip Gawthorne sebagai penulis skenario, film produksi 23ten Production ini menjanjikan narasi survival yang mendebarkan.
Premis Dunia yang Hancur dan Ancaman ‘Breakers’
Kisah World Breaker dibuka dengan adegan pertempuran sengit di masa kini, menampilkan pasukan tentara perempuan yang bersenjata api dan pedang. Mereka menghadapi ancaman mengerikan bernama “breakers”, monster-monster raksasa berkaki banyak yang muncul dari celah bawah tanah yang disebut “stitch”. Peluru hanya mampu memperlambat makhluk ini, sementara cara paling efektif untuk membunuhnya adalah dengan memenggal kepala, menjelaskan mengapa pedang menjadi senjata utama para pejuang.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Namun, adegan pertempuran epik tersebut hanyalah sebuah cerita yang diceritakan seorang ayah kepada putrinya, Willa. Terungkap kemudian bahwa pemimpin pasukan perempuan dalam cerita itu adalah ibu Willa. Dunia yang digambarkan dalam cerita tersebut adalah realitas pahit: para “breakers” memiliki kemampuan mengubah pria menjadi “hybrids” hanya dengan cakaran atau gigitan. Akibatnya, sebagian besar populasi pria tewas atau telah bermutasi, meninggalkan para perempuan untuk memimpin perlawanan.
Perjalanan Willa dan Ayahnya di Tengah Ancaman
Setelah serangan breakers menghancurkan desa mereka, Willa dan ayahnya terpaksa melarikan diri menggunakan perahu menuju sebuah pulau terpencil. Di sana, mereka bertahan hidup sendirian selama setahun. Kehidupan mereka yang tenang tiba-tiba terusik ketika Willa, saat bermain di laguna, melihat seorang gadis berlari di pantai. Willa memperingatkan gadis itu sebelum ia memasuki area ladang ranjau, lalu mencoba membawanya ke kabin. Namun, gadis tersebut menolak karena ketakutan.
Willa akhirnya membawa gadis itu ke sebuah gua terdekat dan membuat tempat berlindung sementara. Gadis itu memperkenalkan diri sebagai Rosie dan menceritakan tentang kakaknya yang menghilang. Rosie memohon agar keberadaannya di pulau itu dirahasiakan, dan Willa pun menyanggupi. Sejak saat itu, Willa diam-diam merawat Rosie, membawakan makanan, dan berbagi cerita-cerita ayahnya.
Ujian Survival dan Pengkhianatan Tak Terduga
Suatu hari, saat latihan bertahan hidup, Willa secara tak sengaja melukai ayahnya hingga pingsan. Setelah sadar, sang ayah menilai Willa sudah siap bertahan sendiri dan menyerahkan pedangnya kepada Willa, sebuah simbol kepercayaan dan kesiapan. Namun, saat kembali ke gua, Willa mendapati tempat persembunyian Rosie berantakan dan Rosie menghilang. Tak lama kemudian, Willa menemukan Rosie dalam kondisi membungkuk, pakaiannya robek, dengan bekas luka aneh di punggungnya.
Ketika Rosie menoleh, terungkaplah fakta mengejutkan: ia telah berubah menjadi salah satu monster. Rosie menjerit keras dan menyerang Willa. Keduanya sempat bergumul hingga ayah Willa datang dan membunuh Rosie. Menyadari jeritan tersebut adalah panggilan bagi makhluk lain, Willa dan ayahnya segera bergegas ke bagian selatan pulau, tempat sebuah perahu telah disiapkan jika mereka harus melarikan diri. Mureks merangkum, film ini menyuguhkan narasi yang intens tentang pengorbanan dan perjuangan untuk bertahan hidup di tengah ancaman yang tak terduga.






