BANGKOK, Mureks – Vietnam berada di jalur untuk menyalip Thailand sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara, setelah Indonesia. Prediksi ini didasarkan pada perhitungan produk domestik bruto (PDB) nominal, dan diperkirakan dapat terwujud paling cepat pada tahun 2026 ini.
Pergeseran signifikan dalam peta ekonomi kawasan ini dilaporkan oleh Nikkei Asia, sebagaimana dikutip dari The Nation Thailand pada Selasa (6/1/2026). Proyeksi tersebut muncul seiring dengan dorongan investasi infrastruktur berskala besar yang dipimpin oleh negara, yang secara signifikan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Vietnam.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dinamika Pertumbuhan Ekonomi Vietnam dan Tantangan Thailand
Pergeseran ini mencerminkan dinamika baru di Asia Tenggara. Vietnam menikmati pertumbuhan ekonomi yang kuat dan agenda pembangunan yang agresif. Sementara itu, Thailand menghadapi tekanan dari ketidakpastian politik domestik serta ketegangan perbatasan dengan Kamboja, yang membebani aktivitas ekonomi dan memperlambat pemulihan.
Mureks mencatat bahwa PDB riil Vietnam pada tahun 2025 diperkirakan tumbuh sekitar 8 persen. Pemerintah Vietnam bahkan telah menetapkan target pertumbuhan yang lebih ambisius, yakni lebih dari 10 persen mulai tahun 2026 dan seterusnya.
Meskipun sejumlah pengamat menilai target tersebut terlalu ambisius, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh menegaskan keyakinannya bahwa pertumbuhan dua digit dapat dicapai. “Pertumbuhan dua digit dapat dicapai,” ujar Pham Minh Chinh dalam sebuah acara ekonomi pada Desember 2025 lalu, kembali menyampaikan optimisme tersebut.
Jika skenario pertumbuhan ini terealisasi, PDB nominal Vietnam diperkirakan dapat mencapai kisaran pertengahan 500 miliar dollar AS pada tahun 2026 atau 2027. Dengan capaian tersebut, Vietnam berpotensi menyalip Thailand dan menjadi ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara, setelah Indonesia. PDB per kapita Vietnam juga diproyeksikan menembus 5.000 dollar AS, mendekati level Indonesia.
Infrastruktur sebagai Mesin Utama Pertumbuhan
Pendorong utama akselerasi ekonomi Vietnam adalah pembangunan infrastruktur nasional. Pemerintah merencanakan lonjakan investasi publik yang signifikan untuk mendukung pertumbuhan ini.
Untuk tahun 2026, nilai investasi publik diperkirakan akan meningkat sekitar 26 persen. Kepala Ekonom Bank for Investment and Development of Vietnam, Can Van Luc, menyatakan bahwa kenaikan belanja infrastruktur tersebut dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Vietnam hingga 1,6 poin persentase.
“Rencana investasi publik untuk tahun 2026 diperkirakan akan meningkat sekitar 26 persen, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,6 poin persentase,” kata Can Van Luc, menegaskan dampak positif investasi ini.





