Nasional

Venezuela Kecam Agresi Militer AS, Tegaskan Pertahankan Kedaulatan dengan Semangat Bolívar

Pemerintah Venezuela mengecam keras agresi militer Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi sipil dan militer. Serangan ini mencakup ibu kota Caracas serta Negara Bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Dalam pernyataan resminya, Venezuela menuding tindakan AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Pasal 1 dan 2. Pasal-pasal tersebut menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan negara, kesetaraan hukum antarnegara, serta larangan penggunaan kekuatan.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Venezuela menilai agresi tersebut mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, terutama di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Menurut Mureks, pemerintah Venezuela menuding tujuan utama serangan itu adalah untuk merebut sumber daya strategis negara, khususnya minyak dan mineral, serta menghancurkan kemerdekaan politik Venezuela. Namun, Caracas menegaskan upaya tersebut tidak akan berhasil.

Teguh Pertahankan Kedaulatan

Pemerintah Venezuela menyatakan bahwa negara itu telah berulang kali menghadapi dan mengalahkan kekuatan asing sejak kemerdekaan pada 1811. Dengan mengutip Presiden Cipriano Castro pada 1902 serta mengangkat semangat perjuangan Simón Bolívar dan para pembebas, pemerintah menyerukan rakyat untuk bangkit mempertahankan kemerdekaan.

“Setelah lebih dari 200 tahun merdeka, rakyat dan pemerintah sah Venezuela tetap teguh mempertahankan kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Presiden Nicolás Maduro disebut telah memerintahkan aktivasi seluruh rencana pertahanan nasional sesuai konstitusi dan undang-undang yang berlaku. “Pemerintah juga menetapkan keadaan keguncangan eksternal di seluruh wilayah nasional serta mengerahkan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian dalam persatuan rakyat-militer-polisi untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian,” demikian pernyataan resmi yang diterima tim redaksi Mureks.

Langkah Diplomatik dan Seruan Solidaritas

Selain langkah militer dan keamanan, Venezuela menyatakan akan menempuh jalur diplomatik. Caracas berencana mengajukan pengaduan resmi ke Dewan Keamanan PBB, Sekretaris Jenderal PBB, Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), serta Gerakan Non-Blok.

Venezuela juga menegaskan haknya untuk melakukan pembelaan diri yang sah sesuai Pasal 51 Piagam PBB. Pemerintah menyerukan solidaritas internasional dari negara-negara Amerika Latin, Karibia, dan dunia untuk menentang apa yang disebutnya sebagai agresi imperialis Amerika Serikat.

Mengakhiri pernyataannya, pemerintah Venezuela mengutip pesan mendiang Presiden Hugo Chávez Frías bahwa jawaban atas setiap kesulitan adalah “persatuan, perjuangan, pertempuran, dan kemenangan.”

Mureks