Nasional

Universitas Muhammadiyah Surakarta Pastikan Sistem Biaya Kuliah Berbasis SKS Tawarkan Fleksibilitas dan Efisiensi Studi

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan bahwa sistem pembiayaan kuliah berbasis Satuan Kredit Semester (SKS) telah lama diterapkan di lingkungan kampus. Sistem ini diklaim memberikan fleksibilitas sekaligus efisiensi pembiayaan bagi mahasiswa.

Direktur Direktorat Akademik dan Admisi (DAA) UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa seluruh beban studi mahasiswa telah dikonversikan dalam bentuk SKS. “Seluruh beban studi mahasiswa, telah dikonversikan dalam bentuk SKS. Untuk jenjang sarjana, total beban studi umumnya mencapai 144 SKS dan dikalikan dengan tarif SKS sesuai masing-masing program studi,” ungkap Triyono saat wawancara pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Manfaat dan Tantangan Sistem SKS

Menurut Triyono, sistem SKS memberikan keuntungan signifikan bagi mahasiswa dengan kemampuan akademik yang baik dan berkomitmen untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Mahasiswa memiliki keleluasaan untuk menentukan jumlah SKS yang diambil per semester sesuai dengan kesiapan akademik mereka.

“Sistem SKS ini memberikan kelebihan bagi mahasiswa. Kalau kemampuan akademiknya bagus, mereka bisa lebih cepat menyelesaikan studi,” terangnya. Ia mencontohkan, pada semester akhir, jika mahasiswa hanya mengambil mata kuliah skripsi sebesar 6 SKS, maka biaya yang dibayarkan juga hanya sebesar 6 SKS. Hal ini memungkinkan mahasiswa menekan biaya studi secara signifikan.

Namun, Triyono juga memberikan catatan. Kemudahan skema pembayaran yang lebih kecil di semester akhir terkadang membuat sebagian mahasiswa merasa lebih santai, sehingga berpotensi menyelesaikan studi lebih lama dari waktu yang seharusnya.

Peningkatan Signifikan Pendaftar Mahasiswa Baru UMS

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS ini menyampaikan perkembangan positif terkait penerimaan mahasiswa baru. Hingga 3 Januari 2026 pukul 12.38 WIB, jumlah pendaftar telah mencapai 3.711 orang. Dari angka tersebut, 859 calon mahasiswa telah dinyatakan lolos seleksi, dan 479 di antaranya telah melakukan registrasi ulang.

Mureks mencatat bahwa angka registrasi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin pada tanggal yang sama, yang registrasi baru 247. Sekarang sudah 479, hampir dua kali lipat,” ungkap Triyono.

Program studi dengan peminat tertinggi saat ini masih didominasi oleh Fakultas Kedokteran, meliputi Kedokteran Gigi, Kedokteran Umum, Farmasi, Psikologi, dan Fisioterapi. Selain itu, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Teknik Informatika, dan Bisnis Digital juga menjadi program studi favorit.

Program studi baru Artificial Intelligence (AI) juga mulai diminati pendaftar, meskipun penetapan biaya studinya masih dalam proses.

Prioritas Kualitas Calon Mahasiswa

UMS membuka penerimaan mahasiswa baru mulai 1 November 2025 hingga 29 Agustus 2026. Sistem pendaftaran dilakukan tanpa gelombang, berlangsung sepanjang tahun. Namun, pendaftaran akan ditutup lebih awal apabila kuota telah terpenuhi.

Menyikapi dinamika tersebut, Triyono menegaskan bahwa kualitas calon mahasiswa tetap menjadi prioritas utama. “Semakin hari passing grade-nya akan naik. Jadi kualitas calon mahasiswa akan tetap terjaga,” pungkasnya.

Mureks