Nasional

Trump Setujui Penangkapan Nicolas Maduro, Jaksa Agung AS: Hadapi Murka Keadilan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberikan persetujuan untuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beberapa hari sebelum operasi militer AS di Caracas. Persetujuan ini membuka jalan bagi upaya penegakan hukum terhadap Maduro yang dituduh terlibat dalam berbagai kejahatan.

Menurut pantauan Mureks, lokasi Nicolas Maduro kemudian dilacak oleh Badan Intelijen Pusat (CIA). CIA sebelumnya telah diberi wewenang resmi oleh Trump untuk melakukan aktivitas rahasia di Venezuela selama beberapa bulan terakhir. Setelah penangkapannya pada Sabtu dini hari (3/1), keberadaan Maduro hingga saat ini masih belum jelas.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Dakwaan Serius Menanti Nicolas Maduro

Jaksa Agung AS Pam Bondi menegaskan bahwa Nicolas Maduro akan menghadapi konsekuensi hukum yang berat. “Maduro akan menghadapi murka keadilan AS di tanah Amerika dan di pengadilan Amerika,” ujar Bondi.

Bondi merinci dakwaan yang akan dihadapi Maduro, meliputi:

  • Konspirasi Narkoterorisme
  • Konspirasi Impor Kokain
  • Kepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak
  • Konspirasi Kepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak terhadap AS

Mureks mencatat bahwa Maduro sebelumnya telah didakwa oleh Distrik Selatan New York pada tahun 2020 atas tuduhan serupa. Pemerintah Trump secara konsisten menuduh Maduro sebagai pemimpin kartel narkoba, sebuah tuduhan yang selalu dibantah keras oleh Maduro.

Operasi Militer AS di Caracas

Sebagai bagian dari eskalasi ketegangan, militer AS melancarkan serangan terhadap ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu dini hari (3/1). Setidaknya tujuh ledakan terdengar selama operasi tersebut. Presiden Nicolas Maduro dan istrinya dilaporkan telah ditangkap oleh pasukan AS dalam serangan ini.

Meskipun terjadi serangan militer dan penangkapan, kilang minyak Venezuela dilaporkan tidak terdampak oleh operasi tersebut, memastikan pasokan energi tetap berjalan.

Mureks