Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim dukungan penuh dari para loyalisnya untuk melancarkan operasi militer menggempur Ibu Kota Venezuela, Caracas, dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.
“Para pendukung yang memilih saya sangat gembira. Mereka bilang, ‘ini alasan kami memilih’,” ujar Trump kepada jurnalis di pesawat kepresidenan AS Air Force One pada Minggu (4/1) malam, saat ditanya mengenai potensi perang yang tak berkesudahan, seperti dikutip dari CNN.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Trump kemudian merujuk pada Doktrin Monroe, sebuah kebijakan luar negeri AS yang sering dijadikan dalih untuk tindakan atau operasi militer di negara-negara lain.
“Ini bukan negara yang berada di sisi lain dunia, ini bukan negara seperti kita harus terbang 24 jam dalam pesawat. Ini adalah Venezuela. Ini area kami, Donroe (Monroe) Doctrine,” tegas Trump.
Memahami Doktrin Monroe
Doktrin Monroe, yang awalnya dianggap sebagai benteng pertahanan melawan ekspansi dan kolonialisme Eropa, memiliki tiga pesan utama:
- Amerika Serikat menyatakan setiap kolonisasi lebih lanjut di benua Amerika oleh kekuatan Eropa sebagai campur tangan yang tidak diinginkan.
- Amerika Serikat berjanji untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Eropa atau menyerang koloni-koloni Eropa yang ada di Amerika.
- Amerika Serikat menegaskan bahwa Belahan Bumi Barat merupakan wilayah terpisah.
Menurut Mureks, doktrin ini pada tahun 1845, di bawah Presiden James Polk, secara aktif digunakan untuk memajukan tujuan ekspansionis AS. Polk bahkan menggunakan Doktrin Monroe untuk membenarkan aneksasi Texas, Oregon, dan California dari Meksiko.
Tindakan AS Terhadap Venezuela
Kembali ke situasi Venezuela, Trump menginstruksikan pasukan AS untuk menggempur Caracas pada Sabtu lalu. Operasi tersebut berlanjut dengan penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Sejak September tahun lalu, Amerika Serikat telah menargetkan Venezuela. Aksi-aksi tersebut meliputi penyerangan kapal yang mengangkut warga sipil di laut lepas Venezuela dengan dalih pemberantasan narkoba. Selain itu, AS juga sempat mengerahkan persenjataan hingga pesawat pengebom di dekat perbatasan Venezuela beberapa pekan sebelumnya.
Menanggapi serangkaian tindakan AS ini, Maduro menilai bahwa Trump bukan ingin memberantas narkoba, melainkan berupaya menggulingkan kekuasaannya dan menguasai cadangan minyak Venezuela. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa tudingan Maduro ini telah berulang kali disampaikan dalam berbagai kesempatan.






