Toyota, merek otomotif raksasa asal Jepang, telah menancapkan akar kuat di Indonesia melalui investasi besar pada sektor manufaktur. Jaringan fasilitas produksi terintegrasi yang dikelola oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjadi bukti komitmen jangka panjang pabrikan ini. Mureks mencatat bahwa pabrik-pabrik ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berperan vital sebagai basis ekspor global, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif dunia.
TMMIN mengoperasikan fasilitas produksinya di dua lokasi strategis: Sunter, Jakarta Utara, dan Karawang, Jawa Barat. Kedua kawasan ini memiliki fungsi yang saling melengkapi, mulai dari produksi komponen dasar, perakitan mesin, hingga perakitan kendaraan utuh. Dengan dukungan teknologi manufaktur modern dan sistem produksi presisi tinggi, TMMIN memastikan setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas global.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Jantung Produksi Komponen: Fasilitas TMMIN di Sunter
Kawasan Sunter, Jakarta Utara, menjadi lokasi fasilitas awal TMMIN. Di area ini, Toyota mengoperasikan dua pabrik utama yang berfokus pada produksi komponen dan mesin, menunjukkan kemandirian manufaktur di tahap awal.
Sunter Plant #1: Pusat Mesin dan Pengemasan Komponen
Pabrik Sunter #1 didedikasikan untuk aktivitas pengemasan komponen CKD (Completely Knocked Down) dan produksi mesin kendaraan. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi mesin mencapai 195.000 unit per tahun, serta kemampuan pengemasan komponen hingga 11.000 kontainer setiap tahunnya. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 17 hektare, Sunter Plant #1 memiliki keunggulan strategis karena lokasinya hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Priok. Pantauan Mureks menunjukkan bahwa kedekatan ini sangat krusial dalam memastikan efisiensi proses distribusi dan ekspor komponen, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global Toyota.
Sunter Plant #2: Produksi Komponen Dasar dan Perkakas Industri
Berbeda dengan pabrik pertama, Sunter Plant #2 berfokus pada produksi komponen dasar kendaraan dan perlengkapan pendukung industri. Di sinilah berbagai komponen vital seperti press parts, casting parts, hingga pembuatan die dan jig diproduksi secara mandiri. Kapasitas produksinya tergolong besar, mampu mencapai 96.000 unit press dan casting parts, serta hingga 120.000 ton material per tahun. Selain itu, ratusan set tooling juga diproduksi setiap tahunnya, menandakan tingkat kemandirian teknologi manufaktur Toyota di Indonesia. Peran fasilitas ini sangat penting dalam menjaga konsistensi kualitas sejak tahap awal pembentukan struktur kendaraan.
Pusat Perakitan Kendaraan dan Inovasi Hybrid di Karawang
Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, Toyota memperluas jejak produksinya ke Kawasan Karawang, Jawa Barat. Lokasi ini dipilih karena ketersediaan lahan yang luas dan mendukung aktivitas manufaktur berskala besar, khususnya untuk perakitan kendaraan utuh dan produksi mesin canggih.
Karawang Plant #1: Perakitan Model Strategis
Karawang Plant #1 dikhususkan untuk merakit model-model strategis Toyota seperti Kijang Innova, Fortuner, dan Innova Zenix. Pabrik ini memiliki luas bangunan sekitar 93.300 meter persegi dengan kapasitas produksi mencapai 144.000 unit per tahun. Ritme produksi atau Actual Takt Time berada di angka 102 detik. Untuk kendaraan dengan warna mono tone, pabrik ini bahkan mampu mencapai Max Takt Time 90 detik. Namun, karena adanya batasan produksi warna bi-tone (sekitar 9.000 unit per tahun), kecepatan produksi disesuaikan menjadi 96 detik.
Karawang Plant #2: Produksi Model Populer untuk Domestik dan Ekspor
Berlokasi berdekatan, Karawang Plant #2 menangani produksi model-model populer seperti Yaris, Veloz, Avanza, dan Yaris Cross. Luas bangunan fasilitas ini mencapai 91.600 meter persegi dengan kapasitas produksi sekitar 138.000 unit per tahun dan Actual Takt Time 108 detik. Pabrik ini menjadi salah satu tulang punggung Toyota dalam memenuhi permintaan pasar domestik sekaligus mendukung volume ekspor yang terus meningkat.
Infrastruktur Pendukung di Kawasan Karawang
Di dalam area Karawang Plant #1 dan #2, Toyota juga membangun berbagai fasilitas pendukung yang krusial untuk operasional. Salah satunya adalah Vehicle Yard atau area penyimpanan kendaraan jadi dengan kapasitas hingga 2.145 unit. Selain itu, tersedia pula Test Course sepanjang 2,4 kilometer yang memungkinkan pengujian kendaraan dengan kecepatan maksimum 120 km/jam, sebelum unit dikirim ke dealer atau pasar ekspor.
Karawang Plant #3: Fokus pada Mesin Hybrid dan Elektrifikasi
Masih di kawasan Karawang, Toyota mengoperasikan fasilitas ketiga yang dikenal sebagai Karawang Plant #3. Pabrik ini difokuskan sebagai pusat produksi mesin modern, termasuk mesin NR E/G dan NR HEV E/G untuk kendaraan hybrid. Dengan kapasitas produksi mencapai 216.000 unit mesin per tahun di atas lahan seluas 150 hektare, fasilitas ini mencerminkan kesiapan industri otomotif nasional dalam menghadapi era elektrifikasi. Produksi mesin hybrid secara lokal juga menegaskan komitmen Toyota terhadap teknologi ramah lingkungan dan keberlanjutan.
Komitmen Jangka Panjang Toyota Membangun Industri Otomotif Nasional
Secara keseluruhan, jaringan pabrik Toyota di Sunter dan Karawang yang dikelola oleh TMMIN membentuk ekosistem manufaktur yang lengkap dan terstruktur. Mulai dari produksi komponen dasar, perakitan kendaraan utuh, hingga pembuatan mesin konvensional dan hybrid, seluruh proses dilakukan di dalam negeri dengan standar global. Keberadaan fasilitas ini menjadi bukti nyata komitmen jangka panjang Toyota dalam mengembangkan industri otomotif Indonesia sekaligus memperkuat perannya di pasar global.






