Tren

TNGGP Pastikan Aktivitas Gunung Gede-Pangrango Normal di Tengah Keresahan Dentuman Misterius Puncak

CIANJUR, JAWA BARAT – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Rabu, 07 Januari 2026, memastikan bahwa aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih berada dalam kondisi normal. Pernyataan ini disampaikan menyusul keresahan masyarakat di kawasan Puncak terkait dentuman keras dan kilatan cahaya misterius yang terjadi pada Senin malam.

Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menegaskan bahwa dentuman dan cahaya misterius yang sempat menghebohkan warga Puncak Cianjur tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Gede-Pangrango. “Hasil pengamatan dan sumber data Badan Geologi, PVMKG, dan ESDM, memastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih normal atau Level 1, sehingga tidak ada kaitan dengan suara dentuman dan kilatan cahaya pada Senin (5/1) malam,” ujar Agus Deni pada Selasa (6/1).

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Menurut Mureks, laporan dari petugas jaga TNGGP menyebutkan bahwa dentuman dan kilatan cahaya tersebut diduga berasal dari kawasan Ciloto-Puncak, Kecamatan Cipanas, tepatnya dari balik perbukitan yang diperkirakan masuk wilayah Bogor. Petugas yang berjaga sempat mendengar suara dentuman cukup kencang dan kilatan cahaya kemerahan, namun fenomena itu hanya berlangsung dalam hitungan detik dan tidak ada susulan hingga pergantian hari.

“Betul terdengar suara gemuruh dan dentuman keras disusul dengan kilatan cahaya merah di langit dan bukan di kawasan taman nasional,” tambah Agus Deni.

Sebelumnya, warga di sejumlah kecamatan di utara Cianjur, meliputi Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, melaporkan mendengar suara dentuman keras sekitar pukul 22.15 WIB pada Senin malam (5/1), yang membuat mereka berhamburan keluar rumah. Tidak lama berselang, warga juga melihat kilatan cahaya kemerahan di langit. Keresahan ini membuat sebagian besar warga memilih bertahan di luar rumah cukup lama sebelum akhirnya kembali masuk menjelang tengah malam.

Dede Sandi, seorang warga Kecamatan Cipanas, menceritakan pengalamannya. “Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit,” katanya.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa dentuman keras dan kilatan cahaya kemerahan di wilayah utara Cianjur kemungkinan berkaitan dengan fenomena atmosfer dan geofisika. Meskipun pemicu pastinya belum ditemukan, Penyelidik Bumi Utama PVMBG, Supartoyo, menduga fenomena tersebut dipicu oleh energi elektromagnetik.

Mureks