Nasional

Tito Karnavian Minta Tambahan 15 Ribu Personel TNI-Polri Percepat Pembersihan Lumpur di Sumatera

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, mendesak penambahan 15 ribu personel TNI-Polri untuk mempercepat pembersihan lumpur di daerah terdampak bencana Sumatera. Permintaan ini disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Tito menjelaskan, bantuan personel tersebut krusial untuk membersihkan lumpur yang mengendap di gang-gang, rumah, dan toko-toko pascabanjir. “Di daratan itu di gang-gang, rumah-rumah, toko, dan lain-lain, ini harus dibersihkan,” kata Tito. Ia menegaskan, “Nah untuk itu, kekuatan yang ada menurut pendapat saya harus ditambah, tambahan BKO TNI dan Polri.”

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Secara spesifik, Tito meminta tambahan 5.000 personel kepolisian dan 10.000 personel TNI. Permintaan untuk kepolisian telah diajukan langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Catatan Mureks menunjukkan, sebelumnya permintaan serupa belum dapat dipenuhi karena fokus Polri tercurah pada kelancaran pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, Tito kini kembali mendesak agar penambahan personel dapat segera direalisasikan.

Mantan Kapolri itu menekankan pentingnya memanfaatkan “time window” atau periode waktu saat ini sebelum memasuki bulan suci Ramadan. “Nah sekarang Nataru udah selesai. Mumpung sebelum Ramadan. Sebelum Ramadan, kalau Ramadan capek nanti kerja. Fisik ini kerjanya, fisik ini. Jadi harus digenjot di time window ini, di periode waktu ini,” ungkap Tito.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sufmi Dasco Ahmad, yang berdiskusi dengan pemerintah dan Satgas Pemulihan Bencana di Aceh.

Mureks