Hiburan

Tim Cain, Co-Creator Fallout: Keluhan ‘Realism’ Game Sebenarnya Soal Konsistensi Aturan Dunia

Tim Cain, salah satu pencipta seri game populer Fallout, menyatakan bahwa keluhan pemain mengenai kurangnya ‘realisme’ dalam sebuah game seringkali sebenarnya merujuk pada kebutuhan akan konsistensi internal dunia game tersebut. Pernyataan ini disampaikan Cain dalam sebuah diskusi di kanal YouTube pribadinya pada Kamis, 08 Januari 2026.

Realism versus Konsistensi: Perbedaan Mendasar

Cain menjelaskan, “Sesuatu yang kadang dikomentari orang seperti, ‘ini tidak realistis,’ padahal mereka sedang bermain game fantasi dengan naga dan mantra.” Ia melanjutkan, “Saya pikir sebagian masalahnya adalah realisme sering dikacaukan dengan konsistensi. Sering sekali.”

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Menurut Cain, masalah ini tidak hanya datang dari pemain dan ulasan, tetapi juga dari pengembang. Ia melihat ini sebagai sebuah isu, di mana pengembang seringkali menepis keluhan dengan alasan “Kami tidak mencoba untuk realistis dalam game ini,” padahal inti keluhannya adalah lore game itu sendiri tidak konsisten secara internal.

Cain mendefinisikan ‘realisme’ sebagai upaya membuat fitur yang meniru kenyataan, sementara ‘konsistensi internal’ adalah “menetapkan aturan untuk dunia Anda dan kemudian tidak melanggar aturan tersebut.”

Studi Kasus Arcanum: Sihir dan Teknologi Tidak Berdampingan

Sebagai contoh, Cain menceritakan pengalamannya saat mengembangkan game Arcanum bersama Leonard Boyarsky dan Jason Anderson. “Kami memutuskan sejak awal bahwa kami akan menetapkan aturan bahwa sihir dan teknologi tidak bisa hidup berdampingan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sihir “menekan hukum alam” sementara teknologi “menggunakan hukum alam untuk mendapatkan efeknya.” Aturan ini menghasilkan sistem di mana kedua kekuatan akan melemah ketika dipertemukan dengan objek atau makhluk yang kuat dari sisi berlawanan.

Mureks mencatat bahwa pendekatan ini menunjukkan komitmen pengembang untuk membangun dunia yang memiliki logika internalnya sendiri, terlepas dari seberapa fantastis premisnya.

Risiko Inkonsistensi Lore dan Peran NPC

Cain memperingatkan bahwa inkonsistensi lore dapat membuat pengembang “kehilangan pemain di suatu titik.” Namun, ia menekankan bahwa ini berlaku khusus untuk sisi pengembang. Karakter non-pemain (NPC) dalam game, menurutnya, diizinkan untuk memberikan lore yang tidak konsisten.

“Anda tidak bisa menunjuk dialog NPC dan berkata, ‘Aha, lore-nya tidak konsisten’,” kata Cain. Ia menambahkan bahwa NPC “akan dengan sengaja berbohong kepada Anda karena mereka punya agenda dan ingin Anda melakukan sesuatu.”

Cain juga menyebut bahwa “desainer tahu mereka berbohong kepada Anda. Jika Anda tidak memahami itu, itu adalah kesalahan Anda.” Selain itu, beberapa NPC “hanya tidak tahu,” seperti jika mereka percaya beruang di gua adalah monster penyembur api karena desas-desus.

Pentingnya menjaga misteri dan lore yang belum sepenuhnya dikembangkan juga disoroti Cain. Ia berpendapat bahwa “meninggalkan sedikit misteri” dan lore yang belum tuntas dalam game itu penting agar pemain tertarik untuk memainkan sekuel berikutnya. “Jika Anda menceritakan semuanya, pemain tidak akan menginginkan apa-apa,” pungkasnya.

Referensi penulisan: www.gamesradar.com

Mureks