Musim balap Grand Prix 2025 menjadi panggung bagi tiga pembalap debutan yang tampil sensasional, mengukir prestasi layaknya veteran berpengalaman. Fermin Aldeguer di MotoGP, Daniel Holgado di Moto2, dan Maximo Quiles di Moto3, masing-masing berhasil meraih gelar Rookie of The Year berkat performa gemilang mereka di lintasan.
Penghargaan ini diberikan kepada debutan yang sukses mengumpulkan poin tertinggi di kelasnya, sebuah bukti nyata dominasi mereka sejak awal karier di ajang balap motor paling bergengsi.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Fermin Aldeguer: Debut Gemilang di Kelas MotoGP
Di kelas premier MotoGP, nama Fermin Aldeguer langsung menjadi perbincangan hangat. Pembalap anyar dari tim Gresini Racing ini berhasil merebut tiga podium di balapan sprint dan tiga podium di balapan utama. Puncak prestasinya adalah saat ia keluar sebagai juara di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
Dalam balapan di Mandalika, Aldeguer menunjukkan dominasinya dengan memimpin sejak putaran ketujuh setelah menyalip Pedro Acosta. Ia finis dengan keunggulan signifikan 6,987 detik dari Acosta yang menempati posisi kedua, mengamankan kemenangan pertamanya di kelas premier setelah 27 putaran.
Kemenangan tersebut secara otomatis menempatkan Aldeguer dalam daftar pembalap elite MotoGP. Mureks mencatat bahwa pada usia 20 tahun 183 hari saat meraih kemenangan, ia menjadi pemenang termuda kedua di MotoGP, hanya kalah dari Marc Marquez yang mencetak rekor di musim debutnya pada usia 20 tahun 63 hari.
Aldeguer menutup musim 2025 dengan mengesankan, mengumpulkan total 214 poin dan menempati peringkat kedelapan klasemen akhir. Raihan ini jauh melampaui dua rookie lainnya, Ai Ogura dari Trackhouse Racing dan Somkiat Chantra dari Idemitsu Honda LCR.
Daniel Holgado: Dominasi Tak Terbantahkan di Moto2
Performa Daniel Holgado di Moto2 tak kalah memukau. Rider dari CFMOTO Inde Apsar Team ini menunjukkan keberaniannya dengan beberapa kali beradu sikut melawan pembalap yang lebih mapan, termasuk juara dunia Diogo Moreira dan runner-up kejuaraan Manuel Gonzalez.
Holgado berhasil meraih lima pole position dan lima podium, termasuk dua kemenangan penting di Catalunya dan Jepang. Di Catalunya, ia tampil sempurna, mengonversi pole position menjadi kemenangan dominan dengan keunggulan 2,5 detik, memimpin balapan dari awal hingga akhir tanpa gentar meski diburu pembalap senior sekaliber Jake Dixon.
Pada akhir musim, Holgado mengoleksi 208 poin dan menempati peringkat keenam klasemen. Ia menjadi satu-satunya rookie Moto2 yang berhasil menembus angka 200 poin musim ini, mengungguli debutan lain seperti David Alonso, Collin Veijer, Ivan Ortola, dan Adrian Huertas.
Maximo Quiles: Kejutan Besar dari Paddock Moto3
Di kelas Moto3, Maximo Quiles menciptakan kegemparan. Pembalap debutan dari CFMOTO Valresa Aspar Team ini mencatatkan sederet prestasi mentereng, meskipun hanya mengikuti 18 dari 22 balapan. Quiles sukses meraih dua pole position, sembilan kali naik podium, termasuk tiga kemenangan, dan finis di peringkat ketiga kejuaraan dengan 274 poin.
Kisah awal karier Quiles di Grand Prix cukup unik. Ia baru bisa memulai balapan di seri ketiga karena usianya masih di bawah 17 tahun pada dua seri pembuka. Saat debut di seri Amerika, ia langsung tampil impresif dengan start dari posisi kedua dan finis di lima besar.
Meski sempat cedera dan absen di dua seri, Quiles langsung bangkit di seri Prancis dengan meraih pole position pertamanya. Sejak saat itu, deretan prestasinya terus meningkat pesat.
Kemenangan pertamanya di Moto3 diraih di seri Italia, di mana ia unggul tipis 0,006 detik dari Alvaro Carpe. Di Hungaria, di Sirkuit Balaton Park yang baru pertama kali ia kunjungi, Quiles kembali tampil sempurna dengan merebut pole position dan mencuri kemenangan di lap terakhir dari Valentin Perrone dengan selisih 0,018 detik.
Fermin Aldeguer, Daniel Holgado, dan Maximo Quiles telah menjadi buah bibir di paddock Grand Prix. Mereka menunjukkan bahwa masa depan MotoGP, Moto2, dan Moto3 memiliki bintang-bintang baru yang siap bersinar terang. Kini, tantangan berikutnya menanti mereka saat berstatus sophomore rider, apakah mereka mampu tampil lebih garang lagi?






