Film antologi horor terbaru, Shake, Rattle & Roll Extreme (2023), kembali menghadirkan kengerian dalam tiga segmen berbeda yang relevan dengan ketakutan kontemporer. Dengan durasi 148 menit, film ini mengeksplorasi teror yang berakar dari teknologi, budaya media sosial, hingga bencana berskala besar. Catatan Mureks menunjukkan, film ini mendapatkan rating 5/10 dari Kapanlagi.com, serta 4.5/10 dari sumber lain.
Disutradarai oleh trio Joey De Guzman, Richard Somes, dan Jerrold Tarog, serta ditulis oleh Jerrold Tarog bersama Noreen Capili, Anton Santamaria, Onay Sales, dan Trisha Mae Delez, film produksi Regal Entertainment ini menawarkan pengalaman horor yang beragam dan intens.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Glitch: Ketika Teknologi Mengundang Petaka
Segmen pertama, “Glitch”, berpusat pada Lyka, seorang anak yang merasa terabaikan di rumahnya. Ia tinggal bersama ibunya, Ingrid; kakak tirinya, Patrick; asisten rumah tangga, Hasmine; dan anjing kesayangan, Choppy. Dalam kesendiriannya, Lyka menemukan pelarian melalui ponselnya yang secara misterius memutar acara anak-anak dengan maskot bernama Gary the Goat.
Tanpa disadari, Lyka mengucapkan mantra yang mengundang roh Gary ke dalam rumah. Sejak saat itu, serangkaian kejadian supranatural mulai terjadi, ditandai dengan kemunculan boneka kambing misterius dan kematian tragis Choppy. Teror memuncak ketika Gary menampakkan wujud aslinya dan mulai membantai satu per satu penghuni rumah, memaksa Ingrid dan anak-anaknya berjuang melawan kekuatan jahat dengan simbol-simbol religius demi bertahan hidup.
Mukbang: Obsesi Viral Berujung Pembantaian
Beralih ke segmen “Mukbang”, cerita bergeser ke dunia para influencer media sosial. Sekelompok influencer yang terdiri dari Vee, Adelle, Ashley, Chef Kino, dan Lionel, datang ke sebuah mansion mewah untuk kolaborasi siaran makan besar. Mereka bergabung dengan Robin dan Raye, tanpa mengetahui bahwa kedua asisten tersebut telah dibunuh dan digantikan oleh makhluk shapeshifter.
Daging yang mereka santap ternyata berasal dari korban manusia. Satu per satu rahasia mengerikan terbongkar melalui perilaku aneh dan komentar para penyusup. Malam pesta berubah menjadi pembantaian brutal, di mana pengkhianatan, ego, dan obsesi popularitas berujung pada kematian tragis. Segmen ini ditutup dengan sindiran tajam, saat konten mukbang para monster justru viral dan mengundang korban berikutnya.
Rage: Wabah Parasit dan Kiamat Global
Segmen terakhir, “Rage”, membawa penonton ke dalam teror bertema wabah. Trina dan teman-temannya bertemu Coy saat perjalanan darat dan memutuskan bermalam di dekat sungai untuk menyaksikan hujan meteor. Kontak dengan serpihan meteor memicu infeksi parasit yang mengubah manusia menjadi makhluk buas yang agresif.
Kekacauan segera terjadi ketika Bong dan Shai menjadi korban pertama. Trina kemudian mengetahui bahwa desa Coy telah dikuasai oleh para terinfeksi, termasuk seorang kapten desa yang mempertahankan anak zombinya dengan cara kejam. Pelarian Trina bersama Moze dan Faya dipenuhi pengorbanan hingga akhirnya terungkap bahwa wabah ini telah menyebar secara global, mengancam kelangsungan hidup manusia.
Secara keseluruhan, Mureks merangkum, Shake, Rattle & Roll Extreme berhasil menyajikan antologi horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga reflektif terhadap ketakutan dan isu-isu yang dekat dengan kehidupan modern, mulai dari ketergantungan teknologi, sisi gelap media sosial, hingga ancaman pandemi global.




