Hiburan

Swen Vincke: “Kami Putuskan Tidak Gunakan Alat GenAI dalam Pengembangan Konsep Seni Divinity”

Direktur Larian Studios, Swen Vincke, mengumumkan bahwa studio pengembang di balik gim populer Baldur’s Gate 3 dan Divinity tidak akan lagi menggunakan kecerdasan buatan (AI) generatif untuk pengembangan konsep seni. Keputusan ini disampaikan Vincke dalam sesi Ask Me Anything (AMA) Divinity pada Jumat, 9 Januari 2026, menyusul reaksi keras dari komunitas gim.

Dalam pernyataannya, Vincke secara tegas menyatakan, “there is not going to be any GenAI art in Divinity.” Pernyataan ini menandai perubahan signifikan dari posisi studio sebelumnya. Sebelumnya, Larian Studios telah berupaya mengklarifikasi bahwa tidak ada konsep seni yang dihasilkan menggunakan teknologi AI generatif. Namun, kini mereka mempertegas, “we’ve decided to refrain from using genAI tools during concept art development. That way there can be no discussion about the origin of the art.”

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Menurut pantauan Mureks, keputusan ini diambil setelah pengungkapan Divinity bulan lalu memicu “reaksi signifikan” terkait penggunaan AI generatif dalam beberapa pekerjaan konsep studio. Sesi AMA ini sendiri diselenggarakan sebagian sebagai respons terhadap gelombang kritik tersebut.

Meskipun demikian, Vincke menjelaskan bahwa studio akan terus mengevaluasi teknologi AI. Ia berpendapat bahwa AI generatif berpotensi membantu “continuously try to improve the speed with which we can try things out.” Ia menambahkan, “the more iterations we can do, the better in general the gameplay is. We think GenAI can help with this.”

Vincke menekankan poin penting, “we will not generate ‘creative assets’ that end up in a game without being 100% sure about the origins of the training data and the consent of those who created the data. If we use a GenAI model to create in-game assets, then it’ll be trained on data we own.” Komitmen ini menunjukkan upaya Larian Studios untuk memastikan etika dan transparansi dalam penggunaan teknologi baru.

Isu penggunaan AI dalam pengembangan gim juga sempat menyeret nama gim lain, Clair Obscur: Expedition 33, yang kembali menjadi sorotan di tengah kontroversi yang melanda Larian Studios.

Mureks