Tren

S&P Global Peringatkan: Industri AI dan Militer Bakal Perparah Krisis Tembaga Dunia

Sebuah studi terbaru dari S&P Global memproyeksikan bahwa persaingan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan belanja pertahanan global akan memperparah defisit pasokan tembaga dunia. Kondisi ini terjadi di tengah kesulitan produsen untuk memperluas kapasitas produksi mereka.

Menurut laporan yang didukung oleh industri pertambangan tersebut, pertumbuhan permintaan tembaga melonjak pesat, bertepatan dengan batasan struktural yang dihadapi pasokan tambang. Situasi ini meningkatkan risiko bahwa tembaga akan menjadi hambatan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan ekspansi teknologi global.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Harga tembaga sendiri telah melonjak ke rekor tertinggi, menembus angka US$13.000 per metrik ton di London Metal Exchange (LME). Kenaikan ini dipicu oleh serangkaian penghentian operasi tambang serta langkah penimbunan logam di Amerika Serikat (AS), terutama menjelang kemungkinan penerapan tarif oleh pemerintahan Donald Trump.

Dalam ringkasan Mureks, aliran tembaga ke gudang-gudang di AS telah mendorong harga melampaui tingkat yang seharusnya berdasarkan konsumsi fundamental. Area permintaan baru ini semakin mengindikasikan pasar yang akan semakin ketat dalam jangka panjang.

Mureks