Keuangan

SMDR Terkoreksi 3,76% Saat IHSG Menguat Tipis: Pergerakan Pasar Saham 9 Januari 2026

Harga saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) berbalik arah melemah pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Koreksi ini terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru menguat terbatas pada hari yang sama.

Menurut catatan Mureks, saham SMDR ditutup anjlok 3,76 persen ke posisi Rp 410 per saham. Padahal, pada awal sesi perdagangan, saham SMDR sempat dibuka naik empat poin ke posisi Rp 430 per saham. Sepanjang hari, saham SMDR bergerak di level tertinggi Rp 434 dan level terendah Rp 410 per saham.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Total frekuensi perdagangan saham SMDR mencapai 13.697 kali dengan volume perdagangan 1.110.827 saham. Nilai transaksi harian saham perusahaan pelayaran ini tercatat sebesar Rp 46,7 miliar. Dalam lima hari terakhir, harga saham SMDR telah turun 7,66 persen. Namun, secara year to date, saham SMDR masih mencatatkan kenaikan 3,02 persen, dan sepanjang tahun 2025, saham ini melonjak signifikan 54,14 persen.

IHSG dan Sektor Saham

Di sisi lain, IHSG berhasil ditutup menguat 0,13 persen ke posisi 8.936,75. Indeks saham unggulan LQ45 juga menguat tipis 0,05 persen ke posisi 868,02. IHSG bergerak di level tertinggi 8.981,02 dan level terendah 8.908,17.

Sebanyak 359 saham menguat, sementara 318 saham melemah, dan 137 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan di bursa mencapai 3.468.511 kali dengan volume perdagangan 57 miliar saham. Nilai transaksi harian saham secara keseluruhan mencapai Rp 27,5 triliun. Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.816.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor tercatat melemah. Sektor infrastruktur merosot paling dalam 1,08 persen, diikuti sektor keuangan yang turun 1,07 persen, dan sektor teknologi melemah 0,43 persen.

Sebaliknya, sektor saham konsumer siklikal melambung paling tinggi 3,3 persen. Sektor properti menguat 2,39 persen, dan sektor barang baku naik 2,38 persen. Sektor energi mendaki 0,99 persen, industri menanjak 0,12 persen, konsumer nonsiklikal bertambah 0,29 persen, kesehatan menanjak 1,31 persen, dan transportasi bertambah 0,67 persen.

Pergerakan Saham Pilihan

Selain SMDR, beberapa saham lain juga menunjukkan pergerakan menarik. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah 0,34 persen ke posisi Rp 21.925 per saham dengan nilai transaksi harian Rp 35,6 miliar. Sementara itu, saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ditutup naik 4,4 persen ke posisi Rp 950 per saham dengan nilai transaksi Rp 17 miliar.

Saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) melonjak 5,44 persen ke posisi Rp 310 per saham dengan nilai transaksi Rp 9,5 miliar. Adapun saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melemah 0,38 persen ke posisi Rp 6.600 per saham, mencatatkan nilai transaksi Rp 93,3 miliar.

Bursa Saham Asia Pasifik

Pergerakan bursa saham di kawasan Asia Pasifik pada Jumat, 9 Januari 2026, menunjukkan tren yang beragam. Saham-saham sektor pertahanan di seluruh Asia mengalami kenaikan signifikan. Hal ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, menyusul operasi Amerika Serikat (AS) yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan dorongan baru Presiden Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.

Saham Hanwha Aerospace Korea Selatan melonjak lebih dari 11 persen, Poongsan naik lebih dari 6 persen, dan Korea Aerospace menguat 4,9 persen. Di Jepang, saham Kawasaki Heavy Industries naik 3,17 persen, sementara IHI bertambah 3,32 persen.

Indeks CSI 300 China naik tipis 0,45 persen menjadi 4.758,92. Kenaikan ini terjadi setelah data Biro Statistik Nasional menunjukkan harga konsumen Desember naik 0,8 persen dari tahun sebelumnya, sesuai ekspektasi ekonom. Harga di tingkat pabrik turun 1,9 persen pada Desember, lebih baik dari perkiraan penurunan 2 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,32 persen. Indeks acuan Nikkei 225 Jepang melonjak 1,61 persen dan mengakhiri perdagangan di 51.939,89, sementara Topix naik 0,85 persen menjadi 3.514,11. Saham Fast Retailing, operator Uniqlo Jepang, melonjak lebih dari 7 persen setelah melaporkan laba operasi kuartalan yang melonjak sekitar sepertiga dan menaikkan perkiraan setahun penuhnya, didukung oleh penjualan kuat di Tiongkok serta ekspansi cepat di Amerika Utara dan Eropa.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,75 persen dan mengakhiri perdagangan di 4.586,32, sementara Kosdaq (indeks saham berkapitalisasi kecil) naik 0,41 persen menjadi 947,92. Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 sedikit turun di bawah garis datar menjadi 8.717,8. Saham Rio Tinto merosot lebih dari 6 persen setelah perusahaan pertambangan itu mengumumkan telah memasuki tahap awal pembicaraan pembelian dengan Glencore, yang berpotensi menciptakan raksasa pertambangan senilai hampir USD 207 miliar.

Mureks