Sidang kongres Amerika Serikat yang sedianya membahas isu keterjangkauan harga kendaraan bermotor terpaksa ditunda. Penundaan ini terjadi setelah CEO Ford, Jim Farley, menolak untuk hadir dan bersaksi di hadapan Senat.
Rencana Senator Ted Cruz untuk menginterogasi para pemimpin produsen mobil besar Amerika Serikat mengenai harga kendaraan yang terus melonjak kini terancam batal. Sidang yang dijadwalkan pada 14 Januari 2026 itu seharusnya menjadi penampilan bersama pertama CEO Ford, General Motors (GM), dan Stellantis di hadapan Kongres sejak krisis keuangan 2008.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Melalui kuasa hukumnya, Farley menyatakan keberatan untuk hadir pada tanggal yang telah ditentukan, yang bertepatan dengan dimulainya Pameran Otomotif Detroit. Selain itu, Ford juga mempermasalahkan daftar tamu yang tidak seimbang, di mana Senator Cruz mengundang Wakil Presiden Teknik Tesla, Lars Moravy, alih-alih CEO Elon Musk.
Ford berpendapat bahwa mengundang eksekutif dengan tingkat senioritas yang berbeda melanggar norma kongres yang telah lama berlaku. Mereka menegaskan bahwa jika seorang wakil presiden dianggap cukup untuk Tesla, standar yang sama seharusnya berlaku untuk semua pihak.
General Motors (GM) tampaknya sepakat dengan Ford, sebelumnya menyatakan bahwa CEO Mary Barra hanya akan hadir jika semua CEO yang diundang berpartisipasi. Sementara itu, Stellantis menolak berkomentar apakah CEO Antonio Filosa akan bersaksi.
Juru bicara komite, Phoebe Keller, dalam pernyataannya mengatakan bahwa para anggota parlemen sedang “berkoordinasi dengan para pemimpin industri otomotif untuk menjadwal ulang sidang ini”. Keller menegaskan bahwa diskusi akan tetap berfokus pada keterjangkauan mobil, standar efisiensi, dan manufaktur domestik.
Senator Cruz, bagaimanapun, membela keputusannya untuk tidak mengundang Elon Musk. Menurutnya, jika Musk menjadi saksi, Partai Demokrat akan mengubah sidang tersebut menjadi “sirkus politik” yang berfokus pada peran Musk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah, bukan pada harga mobil.
“Jika Elon adalah saksi, Demokrat akan mengubahnya menjadi sirkus,” kata Cruz, menegaskan bahwa keterjangkauan, bukan Musk, adalah tujuan utama sidang.
Meskipun ada penundaan, Cruz bersikeras bahwa sidang akan tetap berlangsung dan Farley pada akhirnya akan bersaksi. Namun, Mureks mencatat bahwa masih harus dilihat apakah para CEO Detroit akan benar-benar hadir bersama, atau apakah bayangan Elon Musk akan terus menggagalkan proses ini dari jauh.






