Mantan pemain profesional First-Person Shooter (FPS) yang kini menjadi streamer populer, Michael ‘Shroud’ Grzesiek, menyuarakan kekecewaannya terhadap maraknya praktik kecurangan atau cheating di game Arc Raiders. Kondisi ini membuatnya mempertimbangkan untuk rehat dari permainan tersebut hingga masalah teratasi.
“Embark has zero control over their game,” tegas Shroud dalam sebuah klip yang diunggah ulang di X/Twitter. Ia menambahkan, “If there’s no meaningful change in the next week, two weeks, what’s the point in fucking playing?”
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Shroud bahkan menyebut Arc Raiders sebagai “a waste of time” atau buang-buang waktu. Rekan streaming-nya, Justin ‘Just9n’ Ortiz, melontarkan klaim yang lebih berani dengan menyatakan, “50% of each lobby is cheating.”
Klaim ini, meskipun mungkin dipengaruhi oleh intensitas bermain di level tinggi, didukung oleh respons teratas pada unggahan tersebut. “Most people won’t get it because they don’t play in these top aggressive lobbies,” tulis seorang pengguna X/Twitter. “At least half the lobby players have VAC bans/previous game bans on record, private accounts, or fresh steam accounts.”
Mureks mencatat bahwa keluhan serupa juga semakin sering disuarakan oleh pemain biasa. Peta Stella Montis yang berfokus pada PvP (Player versus Player) kini dikenal sulit dimainkan karena maraknya eksploitasi yang memungkinkan pemain ditembak menembus atap.
Tanggapan Embark Studios
Embark Studios, pengembang Arc Raiders, telah mengakui adanya masalah kecurangan ini. Seorang manajer komunitas dengan nama panggilan CM Birdie memberikan komentar di Discord resmi game tersebut.
“All the in-game reports are looked into, but it might take some time,” ujar CM Birdie. Ia juga menyampaikan, “I get your frustration. The team keeps actively taking action against them!”
Meskipun menjengkelkan, kecurangan seringkali menjadi efek samping yang tak terhindarkan dari peluncuran dan pertumbuhan game seperti Arc Raiders. Embark Studios diyakini sedang berupaya mencari solusi. Sementara itu, pemain diimbau untuk terus mengirimkan laporan guna memberikan lebih banyak data kepada pengembang.
Referensi penulisan: www.gamesradar.com






