Shalom Razade, aktris muda yang kini menjadi pemeran utama, membagikan pandangannya tentang sang ibunda, Wulan Guritno. Ia diminta menggambarkan Wulan Guritno hanya dalam tiga kata usai proses syuting film horor terbaru, Malam 3 Yasinan. Salah satu sifat yang paling disoroti adalah kesetiaan.
Film Malam 3 Yasinan dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis, 8 Januari 2026. Karya sineas Yannie Sukarya ini diproduseri oleh Helfi Kardit, Wulan Guritno, Janna Soekasah, dan Amanda Gratiana. Shalom Razade sendiri didapuk sebagai pemeran utama dalam film ini.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Menurut Shalom, Malam 3 Yasinan merupakan paket lengkap yang dapat dinikmati berbagai kalangan. Para pencinta genre horor, gore, kesadisan, drama keluarga, misteri pembunuhan, hingga cerita cinta, disebutnya bisa terkoneksi dengan alur film ini.
Shalom Razade mengaku banyak belajar dari Wulan Guritno selama proses produksi. Pasalnya, Wulan Guritno merangkap jabatan sebagai produser sekaligus pemain, memerankan karakter Layla. Manajemen waktu dan keluwesan dalam menempatkan diri selama proses produksi adalah kunci. Mureks mencatat bahwa kemampuan Wulan Guritno merangkap jabatan sebagai produser sekaligus pemain dalam film Malam 3 Yasinan menjadi sorotan utama.
“Mama di saat syuting beda. Ada momen Sri Wulandari jadi produser dan ada kalanya jadi aktor. Pernah juga dalam satu hari dia berperan ganda jadi produser sekaligus aktor,” kata Shalom Razade dalam wawancara eksklusif di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Berkaca pada proses produksi Malam 3 Yasinan, Shalom mengaku belajar banyak dari ibundanya. Ketika diminta menggambarkan Wulan Guritno dalam tiga kata, Shalom Razade memiliki jawaban unik, salah satunya menyinggung soal kesetiaan.
“Wulan Guritno itu hard-worker (pekerja keras). Strong (tangguh). Loyal (setia),” ucapnya. Mendengar jawaban si sulung, Wulan Guritno tersenyum lalu menambahkan, “Habis kalau enggak kerja gue malah bingung.”
3 Kata Untuk Shalom Razade
Khusus soal loyal alias setia, Wulan Guritno mengoreksi, “Very loyal.” Setelahnya, giliran Wulan Guritno diminta tim redaksi Mureks untuk menggambarkan Shalom Razade dalam tiga kata. Tak butuh waktu lama baginya untuk memilih kata.
“Shalom Razade itu orangnya, pertama, supel atau gampang bergaul. Kindhearted. Artsy,” beri tahu bintang film Bukan Cinta Biasa dan Trinil: Kembalikan Tubuhku itu. Wulan Guritno mengaku, saat masih muda tidak se-artsy putrinya.
Dulu Memikirkan Apa Kata Orang Lain
Mengenang masa muda membuat Wulan Guritno teringat kali pertama debut di dunia seni peran pada 1995. Kala itu, ia membintangi sinetron Pondok Indah. Andai Wulan Guritno bertemu diri sendiri versi 1995, ia tahu apa yang hendak ia katakan.
“Dulu aku itu orangnya sangat memikirkan apa kata orang lain. Jadi hidup gue itu ribetnya setengah mati karena butuh segala validasi orang lain. Itu gue banget. Dengan proses hidup akhirnya enggak lagi,” Wulan Guritno mengenang.
“Kalau bisa bilang ke Wulan yang dulu, (gue akan bilang) hidup lo akan lebih mudah kalau enggak terlalu mengejar validasi dari orang lain tapi lebih fokus ke diri sendiri,” ungkapnya. Kesalahan masa lalu membuat Wulan Guritno belajar banyak.
Dulu, ia tidak fokus ke diri sendiri melainkan pada apa kata orang dan berusaha memuaskan semua pihak. Ternyata, hal itu sangat melelahkan. Memuaskan semua orang adalah hal yang mustahil. “Tapi enggak ada yang telat karena semua bisa dibenahi,” pungkas Wulan Guritno.
Referensi penulisan: www.liputan6.com






