Teknologi

Samsung Tegaskan AI Bukan Sekadar Fitur, Ingin Jadi Partner Tepercaya Keseharian Konsumen

Las Vegas – Samsung Electronics mengumumkan pergeseran strategis signifikan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) mereka. Perusahaan teknologi raksasa asal Korea Selatan ini kini memposisikan AI bukan lagi sekadar fitur pelengkap, melainkan sebagai ‘partner’ tepercaya yang terintegrasi secara natural dalam kehidupan sehari-hari konsumen.

Visi AI sebagai Partner Tepercaya

Pernyataan ini disampaikan oleh ChonHong Ng, Vice President sekaligus Head of Regional Marketing Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, dalam wawancara eksklusif di sela acara Samsung The First Look 2026, bagian dari pameran teknologi CES 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Di First Look kemarin, kami membuka babak baru dalam perjalanan AI kami untuk konsumen global. Ini benar-benar merepresentasikan pergeseran kami, dari AI sebagai fitur menjadi AI sebagai partner yang tepercaya,” ujar ChonHong Ng, menegaskan komitmen baru Samsung.

Menurutnya, ke depan, AI akan hadir di hampir setiap aspek kehidupan, berfungsi sebagai pendamping yang bekerja secara senyap di balik layar, membantu aktivitas harian tanpa terasa rumit atau mengganggu.

Kulkas Pintar yang Mampu Berinteraksi

Salah satu implementasi nyata yang paling relevan dengan kehidupan keluarga di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, adalah pengembangan kulkas pintar berbasis AI. ChonHong menjelaskan bahwa kulkas Samsung di masa mendatang tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan makanan, tetapi juga mampu memahami kebiasaan penggunanya.

“Jika kulkas mengetahui Anda mulai kehabisan susu atau telur, seharusnya ia bisa mengingatkan, misalnya dengan mengirim notifikasi ke ponsel Anda. Semua itu harus berjalan secara natural dan saling terhubung,” jelasnya, menyoroti pentingnya konektivitas.

Berbeda dengan kulkas berlayar sentuh konvensional, Samsung mengembangkan kulkas yang memungkinkan interaksi dua arah. Pengguna tidak hanya menyentuh layar, tetapi juga dapat berbicara dan mendapatkan respons langsung dari perangkat.

“Kulkas ini bisa ‘ngobrol’ membalas kita, membantu merencanakan menu makanan hingga menyusun daftar belanja,” kata ChonHong, menggambarkan tingkat interaksi yang lebih personal.

Mureks mencatat bahwa teknologi ini sangat relevan dengan konteks rumah tangga di Indonesia dan Asia Tenggara. Meskipun mungkin tidak selalu digunakan langsung oleh para orang tua, AI pada kulkas justru dapat sangat membantu pihak yang bertanggung jawab dalam berbelanja kebutuhan harian.

“Orang yang biasa membantu belanja kebutuhan rumah tangga akan sangat terbantu. Ini juga bisa mengurangi pemborosan makanan dan memastikan bahan makanan selalu segar,” tambahnya, menekankan manfaat praktisnya.

TV Lebih Cerdas dan Personalisasi Pengalaman Menonton

Selain peralatan rumah tangga, AI juga memainkan peran krusial dalam evolusi TV Samsung. ChonHong menyebut bahwa TV kini mampu mengoptimalkan pengaturan gambar secara otomatis, menyesuaikan preferensi pengguna dan jenis konten yang sedang ditonton.

“TV akan mengatur kualitas gambar berdasarkan siapa yang menonton dan konten apa yang sedang diputar,” ujarnya, menyoroti kemampuan personalisasi.

Fitur ini menjadi sangat relevan bagi konsumen Indonesia, terutama para penggemar sepak bola. Dengan bantuan AI, pengguna dapat menyesuaikan pengalaman menonton sesuai keinginan mereka.

“Untuk pertandingan sepak bola, Anda bahkan bisa mematikan suara komentator,” ungkapnya sambil mengulas demo yang ditampilkan di pameran The First Look 2026.

Pada teknologi Micro RGB, AI berperan penting dalam mengatur kontras, tingkat kecerahan, dan detail gambar secara presisi. Setiap detail visual dibuat lebih menonjol dibandingkan teknologi TV konvensional.

“Karena AI mengontrol kontras dan kecerahan hingga ke detail terkecil, gambar menjadi lebih hidup, lebih imersif, dan lebih menarik,” kata ChonHong, menjelaskan peningkatan kualitas visual.

Semua contoh tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari visi Samsung untuk membangun ekosistem perangkat yang saling terhubung. Tujuannya bukan sekadar menghadirkan teknologi canggih, tetapi membuat pengalaman di rumah menjadi lebih sederhana dan menyenangkan.

“Ekosistem perangkat yang terhubung ini akan membantu konsumen menikmati semua perangkat di rumah dengan cara yang lebih mudah dan natural,” pungkasnya.

Dengan pendekatan ini, Samsung ingin memastikan AI benar-benar terasa manfaatnya oleh konsumen, bukan sebagai teknologi rumit, melainkan sebagai ‘partner’ yang membantu kehidupan sehari-hari.

Mureks