Samsung SDI, anak perusahaan raksasa teknologi Korea Selatan, dilaporkan tengah menguji coba teknologi baterai silikon-karbon berkapasitas masif 20.000 mAh. Namun, pengembangan ini menghadapi tantangan serius, di mana prototipe baterai tersebut mengalami pembengkakan setelah pengujian.
Kabar mengenai pengujian baterai berkapasitas ekstrem ini pertama kali diungkap oleh tipster @phonefuturist melalui platform Twitter/X. Menurut klaimnya, Samsung SDI sedang mengembangkan baterai silikon-karbon dengan konfigurasi sel ganda. Sel pertama disebut memiliki kapasitas 12.000 mAh dengan ketebalan 6,3mm, sementara sel kedua berkapasitas 8.000 mAh dengan ketebalan 4mm, sehingga total mencapai 20.000 mAh.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Dengan kapasitas sebesar itu, Samsung diklaim berhasil mencapai waktu layar aktif hingga 27 jam, dengan sekitar 960 siklus pengisian daya dalam satu tahun. Namun, hasil positif tersebut terganjal masalah krusial. Setelah serangkaian pengujian, baterai prototipe tersebut terlihat membengkak, sebuah indikasi bahwa teknologi ini belum siap untuk penggunaan jangka panjang di perangkat komersial.
Tipster lain, @SPYGO19726, turut memperkuat laporan ini. Ia mengklaim bahwa baterai 8.000 mAh yang dikembangkan Samsung mengalami pembengkakan signifikan, dengan ketebalan yang meningkat dari 4mm menjadi 7,2mm. Informasi ini dikutip dari Android Authority pada Jumat (2/1/2026).
Potensi Penggunaan dan Tantangan Teknologi
Mureks mencatat bahwa pembengkakan baterai merupakan isu serius yang dapat mempengaruhi keamanan dan durabilitas perangkat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa ponsel Samsung Galaxy dengan baterai 20.000 mAh kemungkinan besar tidak akan dirilis dalam waktu dekat.
Meski demikian, ada kemungkinan bahwa Samsung SDI menguji coba teknologi baterai silikon-karbon ini bukan untuk ponsel, melainkan untuk aplikasi lain seperti kendaraan listrik. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Samsung SDI terkait kabar pengujian baterai berkapasitas tinggi ini.
Baterai silikon-karbon sendiri semakin populer di industri karena kemampuannya menawarkan kepadatan daya yang lebih tinggi tanpa harus menambah ketebalan dimensi secara signifikan. Vendor ponsel dapat meningkatkan kapasitas baterai jenis ini dengan menggunakan persentase silikon yang lebih besar dalam komposisinya.
Sebagai perbandingan, prototipe ponsel Realme pernah diperkenalkan dengan baterai 15.000 mAh yang sepenuhnya menggunakan material silikon. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa baterai 20.000 mAh yang dikembangkan Samsung SDI juga memiliki kandungan silikon yang lebih tinggi dibandingkan baterai ponsel komersial yang beredar di pasaran saat ini.





