AppLovin (NASDAQ:APP) menghadapi sinyal beragam terkait prospek pertumbuhannya di pasar saham. Analisis mendalam dari Hunting Alpha, seorang investor independen yang berfokus pada ide investasi penghasil alpha, menunjukkan potensi penurunan imbal hasil marginal dan risiko perlambatan pertumbuhan yang tidak terduga.
Menurut Hunting Alpha, meskipun platform iklan e-commerce baru AppLovin, Axon Ads Manager, menunjukkan adopsi awal yang cepat, data terbaru dari pembeli media mengindikasikan kemungkinan kehilangan pangsa pasar ke platform iklan pesaing. Situasi ini menciptakan sinyal yang campur aduk mengenai mesin pertumbuhan baru perusahaan.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Risiko Perlambatan Pertumbuhan dan Valuasi
Pertumbuhan pendapatan AppLovin sangat diuntungkan dari peningkatan model. Namun, Hunting Alpha memperkirakan bahwa setiap iterasi optimasi akan menghasilkan penurunan imbal hasil marginal. Hal ini dapat memicu risiko perlambatan pertumbuhan yang tidak terduga, sebuah poin krusial bagi investor.
Lebih lanjut, manajemen AppLovin kini mengarahkan untuk mempertahankan margin EBITDA yang sudah tinggi, alih-alih memperluasnya lebih lanjut. Ini membantah pandangan awal Hunting Alpha yang memperkirakan margin memiliki lebih banyak ruang untuk terus berkembang.
Mureks mencatat bahwa saham AppLovin diperdagangkan pada rasio P/E forward yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan sejenis di sektor periklanan. Premium saat ini bahkan melebihi selisih valuasi historisnya sendiri, sebuah indikasi risiko overvaluasi relatif yang perlu diwaspadai investor.
Performa saham APP versus indeks pasar yang lebih luas, SPX500, tetap terkunci dalam rentang perdagangan yang lebar. Hal ini menunjukkan tidak ada bias arah jangka menengah yang jelas dibandingkan indeks pasar secara keseluruhan.
Dengan mempertimbangkan sinyal-sinyal yang campur aduk ini, Hunting Alpha menegaskan pendiriannya, “Saya masih belum bisa membeli saham ini.” Pernyataan ini mencerminkan kehati-hatian terhadap keberhasilan platform iklan e-commerce baru dan valuasi perusahaan.






